Jember (beritajatim.com) – Perhutani menyatakan kebakaran di lereng Pegunungan Argopuro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (5/10/2023) malam, berada di luar kawasan hutan yang dikelola lembaga tersebut.
Kabar kebakaran tersebut mulai tersebar luas pada pukul sembilan malam. Informasi yang diterima Beritajatim.com, lokasi kebakaran masuk wilayah Kecamatan Bangsalsari di kawasan Pondok Wero.
Sejumlah informasi sempat muncul di masyarakat, bahwa kebakaran terjadi di kawasan hutan Perhutani petak 74. Namun Kepala Perhutani Jember Imam Suyuti menyatakan, kebakaran berada di luar kawasan tersebut.
“Berdasarkan info tim di lapangan, kebakaran berada di atas petak 74 atau masuk hutan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam, red). Titik api tidak masuk di overlay peta perhutani. Hutan BKSDA tidak masuk di peta hutan Perhutani,” kata Imam kepada beritajatim.com.
Imam sendiri belum bisa memperkirakan berapa jauh jarak titik api dengan kawasan Perhutani. “Malam hari, Pak. Belum bisa diprediksi. Apalagi lokasi curam,” katanya.
Imam terus berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, “Kami juga sudah membantu pemadaman,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto sudah melaporkan kebakaran ini kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa via pesan WhatsApp. “Teman-teman BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) saat ini meluncur ke lokasi. Perkembangan berikutnya segera kami laporkan,” katanya.
Menurut Hendy, sebenarnya Pemkab Jember sudah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, Kamis paginya. Ada 20 instansi yang diundang antara lain Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Perhutani, PT Perkebunan Nusantara X, XI, dan XII, dan sejumlah perkebunan swasta dan milik daerah.
Hendy tidak menduga kebakaran justru terjadi pada malam harinya. “Semoga lekas padam,” katanya.
Hendy sudah memerintahkan kepada para camat, kepala desa, dan seluruh organisasi perangkat daerah untuk waspada. “Terutama di daerah Panti, warga tolong diamankan. Tolong dicek lagi Pak Camat dan juga perhatian untuk kawan-kawan camat yang lain, para OPD (Organisasi Perangkat Daerah), mohon waspada dan bantuannya sewaktu-waktu,” katanya via pesan WhatsApp. [wir]






