Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Muhammad Fawait (Gus Fawait) mengatakan, dalam menghadapi Pemilu mendatang tentunya masing-masing fraksi punya perbedaan kepentingan politik. Namun, pihaknya sadar bahwa perbedaan itu adalah rahmat yang patut disyukuri.
Rencananya, sejumlah fraksi di DPRD Jatim akan menggelar sholawat bersama dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Fraksi-fraksi tersebut di antaranya adalah Fraksi Gerindra, F-PKB, F-NasDem, F-PDI Perjuangan dan F-PKS.
“Kami dari Fraksi Gerindra terus berjuang agar Pak Prabowo menang Pilpres. Begitu juga fraksi lainnya memiliki calon presiden yang berbeda dengan kami,” kata politisi yang juga menjabat Presiden LSN (Laskar Sholawat Nusantara), Rabu (4/10/2023).
Baca Juga: Dampak Kemarau, Warga Berbondong Ngantri Terima Air Bersih dari Polres Gresik
Politikus muda asal Jember ini menjelaskan, bahwa meski berbeda, namun dengan adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama ini bisa disatukan dalam cinta, dimana cinta kepada Nabi Muhammad SAW lewat sholawat.
“Kami juga disatukan karena cinta tanah air sebagai bentuk syukur kelahiran Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau yang memberikan nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Lewat para ulama penerusnya adanya cinta tanah air sebagai bagian dari iman,” tutur Gus Fawait yang juga Bendahara PW GP Ansor Jatim ini.
Melalui peringatan Maulid Nabi bersama ini, lanjut dia, pihaknya juga dapat melupakan sejenak adanya perbedaan-perbedaan kepentingan politik sesaat.
Baca Juga: Konsolidasi di Malang Raya, Prabu Jatim: Budiman Menjawab Urgensi Persatuan Nasional
“Indonesia mencatat sejarah ketika pilpres, Presiden Jokowi berkompetisi dengan Pak Prabowo. Namun, keduanya menunjukkan mengutamakan kepentingan negara dan kini bersatu untuk membangun bangsa ini. Contohnya, saat penanganan Covid-19, adanya kolaborasi keduanya,” jelas Bendahara Gerindra Jatim ini.
Seluruh fraksi-fraksi di DPRD Jatim, kata Gus Fawait, sepakat untuk pesta demokrasi dan berbahagia.
“Adu gagasan dan tidak akan menyebarkan hoaks, fitnah dan tidak menyerang pribadi,” tegasnya.
Politik yang dewasa, lanjut Gus Fawait adalah politik demokrasi Pancasila yang penerapannya selalu adu gagasan, adu ide dan strategis untuk membangun negara.
Baca Juga: Muncul Air Terjun Bau Busuk di Pasuruan, Ternyata Berasal dari Pipa Limbah
“Sekali lagi, komitmen kami adalah berpesta dengan baik, riang gembira dan menjaga kesolidan dalam menjaga NKRI,” pungkasnya. (tok/ian)






