Kediri (Beritajatim.com) – PT Pertamina menyebut telah melakukan Pressure test di SPBU Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Hasilnya, Pertamina menemukan ada kebocoran di pipa pertamax dari tangki pendam ke dispenser.
Kepala Humas Pertamina atau Section Head Communication Relation Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengemukakan tim independen yang telah diminta untuk melakukan pemeriksaan di lokasi SPBU telah menemukan indikasi kebocoran.
“Pada Sabtu (30/9/2023) pagi, kami sampaikan bahwa pada saat dilakukan pengujian ‘Pressure test’ dan ‘Pneumatic test’ untuk pipa Pertamax dari tangki pendam ke dispenser itu terdapat perubahan tekanan yang mengindikasikan adanya rembesan di situ,” katanya di Kediri.
Baca Juga : Pertamina EP Cepu Edukasi Masyarakat Terkait Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan
Ia mengatakan mengenai penyebab dan juga lokasi tiitk pastinya rembesan tersebut saat ini masih dalam tahap penelusuran lebih lanjut oleh pihak ketiga independen yang telah ditunjuk bersama dan disepakati warga saat itu.
Pihaknya juga konsultasi dengan tim teknis terkait termasuk dengan SPBU dan warga dan menyatakannya langsung memang terdapat rembesan dari SPBU pada jalur pipa Pertamax antara tangki pendam dan dispenser.
“Kami juga lakukan untuk memproses lebih lanjut untuk menemukan titiknya itu dimana dan penyebabnya oleh tim independen yang disepakati warga. Paralel kami juga musyawarah dengan warga. Pertamina sebagai perusahaan sudah dari menginstruksikan ke SPBU dan semua pihak terkait untuk menjalankan prosedur yang ditentukan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM terkait penanganan insiden serupa,” kata dia.
Ia juga menambahkan, sudah menginstruksikan SPBU untuk tutup sementara selama proses uji ini. Selain itu, kompensasi juga diberikan ke warga berupa bantuan air bersih dan air minum.
Dirinya mengakui sesuai dengan SOP, sebenarnya SPBU selalu melakukan pengecekan berkala setiap empat tahun sekali. Namun, kejadian ini terjadi sebelum waktu pengecekan.
“Ini nanti pengurasan dulu. Kami pastikan betul-betul tidak ada yang tercampur minyak dengan air. Kami juga akan menawarkan ke warga, kesediaan untuk titik baru dan sebagainya. Kami komitmen penuh kalua bisa tangani warga sebaik mungkin seperti sedia kala,” ujar dia.
Dirinya menambahkan belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan selama proses pemeriksaan itu. Yang jelas untuk saat ini dilakukan pemeriksaan di tangki dan paralel membersihkan sumur warga. [nm/ted].






