Yogyakarta (beritajatim.com) – Fenomena El Nino yang sedang terjadi membawa dampak serius terhadap pertanian dan ketersediaan air bersih di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Sleman. Salah satu dampaknya adalah kekeringan, yang dapat berdampak negatif pada sektor perikanan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sleman berusaha untuk meminimalisir dampak dari kekeringan ini, terutama terkait dengan produktivitas sektor perikanan. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengungkapkan bahwa sekitar 11,13% dari total kolam budidaya di Sleman, atau sekitar 126,21 hektar, telah terdampak oleh kekurangan air akibat kekeringan.
Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Sleman telah mengambil beberapa langkah, termasuk memanfaatkan teknologi budidaya nila dengan sistem bioflok. Selain itu, mereka juga melakukan pergantian pola tebar ikan dari ikan bersisik ke ikan non sisik, serta menggunakan multivitamin dan probiotik dalam sistem budidaya hewan di Sleman dan sekitarnya.
Danang menekankan pentingnya menjaga mutu ikan, mulai dari pra produksi hingga distribusi, agar aman untuk dikonsumsi. Selain itu, produk perikanan juga harus dikemas dengan kemasan yang informatif untuk meningkatkan daya tarik konsumen.
BACA JUGA:
Swasembada Telur, Sleman Target Turunkan Angka Stunting
Ikan memiliki nutrisi penting bagi perkembangan anak-anak, dan konsumsi ikan berkualitas dapat berdampak positif pada generasi muda. Oleh karena itu, upaya untuk memastikan ketersediaan ikan berkualitas diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi emas pada tahun 2045. [aje/but]






