Jombang (beritajatim.com) – Jabatan Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah berakhir pada Minggu (24/9/2023). Selanjutnya, Senin (25/9/2023), keduanya meninggalkan rumah dinas, menuju kediamannya masing-masing.
Mundjidah kembali ke rumahnya di PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas, sedangkan Sumrambah ke rumahnya yang ada di belakang Ruko Cempaka Mas. Mundjidah menjadi Bu Nyai, mengelola pesantren miliknya. Sumrambah kembali menjadi petani. Dia konsentrasi pada jabatannya sebagai Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Jawa Timur.
Dari pendapa Kabupaten Jombang, Mundjidah diantar dengan mengendarai dokar. Santri dan warga Jombang berkumpul di sepanjang rute yang dilalui Mundjidah. Mereka memberikan sambutan sembari melambaikan tangan.
Sampai di kediamannya, Mundjidah disambut lantunan salawat oleh santri. Mundjidah dalam pidatonya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga Jombang atas dukungan dan kerja sama selama ini. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, meskipun dengan peran berbeda.
“Terimakasih kepada semua orang yang telah berkorban dan membantu saya selama 5 tahun memimpin Jombang. Alhamdulillah, semua program telah terlaksana meskipun masih butuh kesempurnaan,” kata Mundjidah.
BACA JUGA:
Hari Pertama Berdinas, Pj Bupati Jombang Beberkan Program Prioritas
Selain para pejabat, Sumrambah yang mendampingi Mundjidah selama lima tahun juga ikut mengantar. Nampak pula Pj (Penjabat) Bupati Jombang Sugiat. Dalam kesempatan itu, Mundjidah juga mengenalkan Pj Bupati Jombang tersebut.
Kepada Sugiat, Mundjidah berpesan agar meneruskan pembangunan di Kabupaten Jombang. “Semoga pak Sugiat bisa meneruskan program dan pembangunan untuk kemajuan Jombang,” harap Mundjidah.
Usai dari kediaman Mundjidah, rombongan kemudian mengantarkan Sumrambah ke rumahnya. Para pejabat ini berdandan tidak seperti biasanya. Mereka mirip laskar santri. Ada yang mengenakan jubah lengkap dengan sorban. Juga ada yang mengenakan gamis panjang.

Sumrambah mengucapkan terima kasih kepada semua kolega yang selama ini bersama-sama membangun Jombang. Juga kepada seluruh masyarakat Jombang yang telah memberinya amanah selama lima tahun. “Janji politik sudah kami tunaikan,” ujar Ketua KTNA Jawa Timur ini.
Apa rencana setelah purna tugas? Sumrambah menjelaskan bahwa dirinya kembali ke komunitasnya awal, yakni menjadi petani. Sumrambah kembali turun ke sawah. “Kembali ke Kecamatan Bareng menjadi petani, ke sawah lagi, dan konsentrasi di KTNA,” kata mantan aktivis GMNI ini.
Namun Sumrambah enggan menjawab ketika ditanya apakah dirinya akan maju dalam Pilkada Jombang 2024. “Wah, kalau itu masih panjang. Masih harus dipikir panjang. Tapi Insyaallah,” kata Sumrambah sembari berharap Pj Bupati Jombang melanjutkan program-program yang belum selesai. [suf]






