Bojonegoro (beritajatim.com) – “Silakan diambil, Mas. Teh celup dari bunga Telang,” ujar Sri Widiorini usai menceritakan pengalamannya mengelola kesehatan bunga telang dalam kegiatan Media Gathering 2023, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina di Yogyakarta, 23-26 September 2023.
Perempuan berusia 43 tahun yang juga berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu menawarkan produk teh celup dari bunga telang kepada jurnalis beritajatim.com. Teh herbal dari bunga telang itu dikemas rapi. Menggunakan kantong plastik klip warna hitam. Dengan brand warna ungu kombinasi putih menambah kesan elegan.
Dalam brand yang berada di bungkus teh celup itu juga terdapat informasi mengenai komposisi dan khasiat dari teh yang dikelola oleh masyarakat melalui program corporate sosial responsibilities (CSR) Pertamina EP Cepu Field. Komposisi dari teh herbal itu dengan bahan dasar bunga telang, daun pandan, daun mint, dan cengkeh.
Bahan dasar untuk membuat teh tersebut cukup dekat dan mudah di dapatkan oleh masyarakat sekitar tempat tinggal Sri Widiorini yang berada di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. “Keberadaan bunga telang banyak tersebar di 17 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora,” ungkapnya.
Bunga Telang yang memiliki khasiat diantaranya untuk menurunkan tensi, menstabilkan kadar gula, menstabilkan fungsi syaraf, anti kanker, dan mengurangi depresi itu awalnya terabaikan. Namun, setelah mendapat pengetahuan dan keterampilan PSRLB dan budidaya herbal, sehingga sekarang menjadi andalan untuk menjaga kesehatan.
Tanaman bunga telang itu sekarang juga banyak dibudidayakan. Selain perawatan dan penanaman yang mudah, tanaman bunga telang ini bisa ditanam dengan menggunakan biji (jenis kacang-kacangan). Pertumbuhan tanaman bunga telang ini juga cukup cepat. “Bunga akan muncul dalam kurun waktu 1 sampai 2 bulan,” terangnya.
Kelompok pengolahan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan (PSRLB) yang sebagian besar dari perempuan kader PKK Pokja 3 Desa Ngraho itu kini sudah menjual banyak produk ke berbagai wilayah. Sejak aktif mulai 2018 hingga sekarang beberapa produk olahan herbal itu sudah menyebar hingga Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
“Pesanan dari posyandu untuk minuman sehat bagi anak, seperti di Desa Sidarejo dan Desa Bajo. Juga dari perusahaan swasta yang berada di sekitar Kabupaten Blora,” katanya.
Baca Juga: PTPN XII, Optimalkan Ekspor 13 Ton Teh Premium ke Singapura
Produksi olahan herbal dari bunga telang itu kini sedikitnya telah menyebar di lima titik kelompok binaan, seperti di Desa Ngraho, Desa Bajo, Desa Sogo, Desa Sidarejo, dan Desa Tanjung. Meluasnya pengelolaan olahan herbal itu, kata dia, juga tidak lepas dari semangat untuk menjaga kesehatan tubuh maupun lingkungan. Jika berminat memesan, maka bisa mengunjungi akun Instagram, @herbalninik.
Selaras dengan semangat menjaga lingkungan dan kesehatan itu, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina juga memegang komitmen dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi sesuai enviroment, social, dan governance (ESG). Berbagai program yang disusun antara lain dekarbonisasi dengan pengembangan penerapan teknologi carbon capture storage (CCS)/ carbon capture utilization and storage (CCUS).
“Program CCS/CCUS seperti di lapangan Sukowati yang saat ini sedang tahap studi yang dilanjutkan ke tahap pengembangan. Selain itu juga penghijauan yang mendukung penyerapan karbon sebagai program lingkungan,” ujar Sr Manajer Relations Regional 4, Fitri Erika.
Untuk diketahui, Regional Indonesia Timur Pertamina Subholding Upstream telah mencatat operasional produksi minyak bumi sebesar 92,3 ribu barel minyak per hari (MBOPD) per Agustus 2023 atau setara dengan 118 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) per Agustus 2023 sebesar 77,9 MBOPD.
Sementara, produksi gas mencapai 587,3 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Upaya penambahan cadangan juga terus dilakukan mengingat Regional Indonesia Timur memiliki potensi yang sangat besar. Terutama dalam melakukan upaya eksplorasi di wilayah baru untuk bersama mencapai target produksi 1 juta BOPD dari pemerintah dan mewujudkan ketahanan energi di negeri. [lus/ted]






