Malang (beritajatim.com) – Sejak duduk di bangku kuliah, Arief Indra Muharam sering aktif berorganisasi untuk membangun jejaring. Mulai dari menjadi tim ad hoc pembentukan senat mahasiswa/BEM, ketua festival budaya hingga ketua komunitas film.
“Kemudian, saya juga berjejaring dengan asosiasi profesi, seperti Perhumas dan memiliki kemampuan teknis audio visual,” kata Arief.
Dari berbagai pengalaman tersebut, setelah lulus kuliah, Arief langsung mendapatkan kesempatan untuk berbisnis. Namun, ia justru terkena autoimun yang mana tidak bisa disembuhkan (IBD pendarahan di usus besar dan kelelahan).
“Dari perjalanan tujuh tahun berkarir sambil mencoba berdamai dengan kondisi autoimun, ternyata salah satu faktor utama dari kambuhnya autoimun adalah tidak terkoneksi dengan blueprint diri sendiri, yakni saya tidak bisa bekerja dengan tujuan hanya untuk mencari uang tetapi harus berdampak,” kata dia.
Hal tersebut disadari Arief saat masa pandemi. Ia memberanikan diri memperluas jasa menjadi konsultan branding dan marketing komunikasi dengan tujuan membantu para pengusaha yang sudah menciptakan produknya dengan sepenuh hati tapi belum bertemu marketnya, autoimun saya justru berangsur terkendali.
“Saat menjadi konsultan ini jugalah saya bertemu Karla Bionics yang memiliki nilai dan tujuan yang beririsan. Ternyata proses berdamai dengan autoimun, bisa membuat saya lebih empati terhadap difabel yang masih merasa putus asa atau tidak merasa berharga,” kata pria kelahiran 1992 ini.

Saat ini, ia sedang berusaha sejauh mungkin membangun fundamental Karla Bionics, menjadi salah satu startup yang membawa perubahan sosial signifikan di isu D&I (Diversity & Inclusion) di Indonesia.
“Karena Indonesia seharusnya bisa menjadi contoh bagi dunia dengan toleransi akan keberagamannya. Harapannya, agar teman-teman yang putus asa bisa segera menemukan jalannya, baik difabel ataupun non difabel,” sambung dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Untuk itu, pria lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini berpesan kepada anak muda agar lebih serius menjalani kehidupan dan santai dalam pembawaan.
“Kalo 100% menjalankan sesuatu, meskipun gagal (belum berhasil) pun, bakal ada hasil yang tidak terbayarkan oleh materi, walaupun belum mendapat kebahagiaan, minimal kita lebih terkoneksi dengan diri sendiri dan sesama manusia,” tandas pria asal Bandung ini. (ted)
=================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






