Malang (beritajatim.com) – Menjadi ibu rumah tangga tak menghalangi langkah Heni Prasetyorini untuk berinovasi. Perempuan asal Surabaya ini justru berdaya dengan membangun bisnis yang berhubungan dengan dunia digital.
Mulanya, ia memulai perjalanan karirnya menjadi seorang blogger. Pelan tapi pasti, kemudian merambah berjualan jilbab melalui platform online.
“Kemudian, saya membangun startup pendidikan dengan memanfaatkan e-learning yang berhubungan dengan teknologi digital.” ujar lulusan Pascasarjana Unesa ini.
Bukan tanpa alasan, Heni membangun bisnisnya lantaran dirinya sudah memiliki sederet portofolio di dunia digital. Untuk itu, ia mendirikan Heztek Coding yang memberikan pembelajaran coding bagi anak-anak.
“Saya suka dunia teknologi dan ingin memberikan pemahaman ke anak-anak mengenai pembelajaran coding hingga hal-hal yang berhubungan dengan teknologi komputer. Sebab, di masa depan nanti, skill ini akan banyak dibutuhkan,” papar perempuan yang pernah menjadi Presiden Coding Mom tahun 2018-2020 ini.
Tak hanya itu, Heni membuat bisnis ini tak semata memberikan edukasi saja. Melainkan, juga memperluas jejaringnya,
“Saya suka berjejaring, tidak hanya di Indonesia saja. Tapi di luar negeri. Saya cukup sering mengikuti kegiatan untuk berjejaring dan menggali ilmu. Sehingga, selalu ada hal baru yang saya dapatkan,” papar dia.

Bagi Heni, dalam membangun bisnis harus selalu memutar otak agar usaha yang dibangun bisa tetap berjalan. Sebagai seorang founder harus memiliki mental baja agar bisnis bisa struggle dan tidak hanya mementingkan keuntungan saja.
“Dalam bisnis ini, tim saya juga perempuan semua. Tujuannya, empower women in tech. Bisa memberdayakan perempuan dalam industri teknologi, bagaimana perempuan juga bisa berdaya dan memberikan manfaat,” kata dia.
Dia berharap, ke depan, bisnis yang dirintisnya bisa semakin maju serta memberikan pengaruh positif kepada masyarakat.
“Pendidikan merupakan proses yang panjang, ini bagian dari investasi. Tantangan yang didapat tidak perlu dijadikan hal yang mengerikan. Jangan sampai gaptek juga. terus gawangi generasi masa depan dengan teknologi yang canggih,” imbuh dia.
Baca Juga: Heztek Coding, Beri Edukasi Coding Anak-Anak
Menurutnya, anak muda harus bisa menggunakan teknologi dengan cerdik. Sebab, teknologi akan membuat hidup lebih mudah.
“Cobalah mengenal coding sesederhana apapun. Sekali kenal coding lbh percaya diri. Dengan adanya kecanggihan teknologi, akan tahu polanya. Ketika belajar coding akan terbiasa berpikir dengan pola, tidak akan grasa-grusu. Ini skill keterampilan yang semakin powerful kalau dipelajari,” pungkas dia. (ted)
===================
Konten kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






