Surabaya (beritajatim.com) – Sempat tertinggal belajar dengan teman-temannya, Dyah Putri Nariswari mahasiswi Teknik Informatika ITS justru berhasil lulus dengan IPK sempurna 4,00. Ia pun dinobatkan sebagai wisudawan sarjana terbaik di wisuda ke-128 ITS.
Putri adalah mahasiswa its angkatan 2019. Ia mengaku jika di awal kuliah sempat ketinggalan, karena sama sekali tidak mengerti coding. Itu berbeda dengan temannya yang sejak SMA sudah mengenal coding.
“Dulu kalau teman saya bisa ngerjain satu soal coding selama satu jam, saya butuh waktu bahkan seharian untuk mengerjakan soal tersebut,” ungkap Putri, Rabu (20/9/2023).
Tak hanya itu, kadang Putri juga merasa tertinggal dari teman-temannya yang aktif di berbagai kegiatan dan berprestasi. Karena itu, ia ia termotivasi untuk menimba ilmu dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.
Berprestasi di bidang akademik tak membuat Putri menjadi mahasiswa pasif di kegiatan non akademik. Bahkan, di tahun pertama kuliah ia sudah mencoba magang di startup bernama Rindang.
BACA JUGA:
ITS Tiga Kali Berturut-turut Juarai Gemastik
Nah, pengalaman magang ini menjadi langkah awal penting dalam karirnya, meski pada awalnya ia merasa belum memiliki banyak kemampuan. “Saat itu saya belum punya pengalaman apapun dan teman-teman di sana membantu saya untuk berkembang,” tuturnya.
Magang pertamanya bersama Rindang menjadi poin baginya untuk magang di tempat-tempat lain. Setelah di Rindang, Putri juga sempat magang di tiga tempat lainnya. Pada 2021 lalu, ia magang sebagai Data Analyst di Ternak Uang, lalu di tahun 2022 Putri magang sebagai Software Development Engineer di Tokopedia.
Di tahun sama, Putri juga magang sebagai Risk Assurance di PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia. “Awalnya saya tidak memiliki niatan khusus untuk mendaftar magang, tetapi pandemi membuat saya memiliki banyak waktu untuk mencoba banyak hal baru,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga aktif di kegiatan kepanitiaan dan internasionalisasi. Ia pernah menjabat Ketua divisi talkshow di acara Petrolida 2021 dan Ketua Divisi Public Relations di Schematics ITS 2021. Baginya, kemampuan komunikasi menjadi aset bagi tiap individu.
Ia juga mendapatkan sertifikasi internasional yang memperkuat keahliannya, seperti sertifikasi pelatihan cyber security dari CISCO dan cloud architecture dari Amazon Web Services (AWS).
“Awalnya saya hanya tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang cyber security sehingga saya mengambil kursus dari Digitalent Kominfo,” terang gadis kelahiran Surabaya yang bakal diwisuda pekan depan tersebut.
BACA JUGA:
ITS Surabaya Kukuhkan 4 Ribu Wisudawan, Lulusan Diminta Jaga Budi Pekerti
Tak berhenti di situ, Putri juga berhasil menjadi awardee angkatan pertama Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di University of Pisa, Italia dengan course yang diambil adalah Data Mining.
Selama masa studi di IISMA, Putri menghadapi banyak tantangan karena gaya pembelajaran yang berbeda dengan yang diajarkan di ITS yang lebih berfokus pada praktik. “Saya harus beradaptasi dengan metode pembelajaran berbeda dan lebih teoritis,” tambahnya.
Kendati memiliki banyak pengalaman di luar akademik, Putri berhasil mempertahankan fokusnya pada prestasi akademik dengan meraih IPK sempurna 4,00. Baginya, proses perkuliahan bukanlah sebuah kompetisi, di mana ada yang menang dan kalah.
Alih-alih bersaing, ia lebih memilih untuk berkolaborasi. Selain kolaborasi, kemampuan beradaptasi juga menjadi kunci penting. “Saya selalu mendorong teman-teman untuk belajar sambil menjalin hubungan sosial, karena belajar tidak harus dilakukan sendirian,” ucapnya. [ipl/beq]






