Ponorogo (beritajatim.com) – Drama Malin Kundang versi modern dan Tari Sufi bakal memeriahkan acara Sarasvati Art Festival yang digelar oleh STKIP PGRI Ponorogo. Drama dan tarian itu tersebut akan ditampilkan oleh mahasiswa baru (maba) dari perguruan tinggi yang dikenal dengan kampus literasi tersebut. Dua penampilan itu, bagian dari 5 kelompok penampil dari maba yang lolos seleksi untuk tampil di Sarasvati Art Festival pada hari Jumat (15/9) malam di halaman STKIP PGRI Ponorogo.
Untuk diketahui, tercatat ada 17 kelompok penampil yang menjalani seleksi ketat yang berhak tampil di Sarasvati Art Festival. Seleksi tersebut tidaklah mudah, mengingat banyaknya bakat yang ditampilkan oleh mahasiswa baru itu. Seni tari mendominasi dari seluruh penampilan, tetapi juga ada penampilan lain seperti banjari, pencak seni tunggal, nyanyi solo, sufi, baca puisi, akustik, dance, puisi berantai, duet lagu dangdut, dan drama.
Hingga akhir ada kelompok penampil yang mencuri perhatian dari dewan juri yang menyeleksi, yakni drama Malin Kundang versi modern dari kelompok 16 dan tarian sufi dari kelompok 11.
“Ya kita pikir kalau nanti menampilkan tari pasti sudah banyak, jadi kita putuskan untuk menampilkan drama itu,” ungkap Latifa salah satu perwakilan kelompok 11, Jumat (15/09/2023).
Sementara itu Mualif, perwakilan dari kelompok tari sufi mengungkapkan kebahagiaannya usai terpilih menjadi salah satu penampil di acara Sarasvati Art Festival. Ia sempat tidak percaya diri untuk menampilkan tarian tersebut.
BACA JUGA:
Ini Alasan Warga Ponorogo Tutup Akses Jalan Rumah Tetangganya
“Takutnya dipandang sebelah mata atau gimana mau menarikan tarian sufi, akan tetapi setelah tampil dan melihat dewan juri tadi ada rasa puas tersendiri,” ungkapnya.
Sebagai dewan juri, Wildan Doni juga memberikan apresiasi untuk semua peserta, meskipun harus memilih yang terbaik. Terpilihnya sufi dikarenakan keunikannya. Selain itu, di STKIP PGRI Ponorogo juga ada mahasiswa dari pondok pesantren, namun jarang menampilkan tarian tersebut.
“Boleh sih tarian sufi ditampilkan di Sarasvati Art Festival. Nanti juga bisa berkolaborasi dengan tarian bujang ganong,” katanya.
BACA JUGA:
Jelang Pemilu 2024, Ponorogo Moratorium Mutasi Kadisdukcapil
Tim media bersama humas STKIP PGRI Ponorogo juga melakukan seleksi lomba video yang telah dikumpulkan oleh masing-masing kelompok maba. Juri yang terdiri dari mahasiswa dan dosen juga mengapresiasi kualitas video yang telah dikumpulkan. Ndaru Cahyono, salah satu juri mengungkapkan bahwa dari sisi sinematografi dan tipografi video dari para maba sudah cukup bagus. Selain itu, isi video juga menarik.
“Untuk video dari maba ini cukup bagus, mulai dari sinematografi dan tipografi. Selain itu juga dari sisi isi videonya juga menarik. Ada ketidakminatan maba pada dunia pendidikan dan dalam video ini dijadikan sebagai motivasi, ya ini termasuk filosofis juga,” katanya sambil menyebut bahwa ada 3 video terbaik akan diumumkan pada tanggal 16 September mendatang. [end/but]






