Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Teknik Instrumentasi, Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Muhammad Zanuar menggagas alat pendeteksi udara untuk melawan polusi.
Inovasi itu berangkat dari keresahannya saat di kampung halaman yakni di Manyar Gresik. Seperti diketahui, wilayah tersebut merupakan kawasan industri yang memiliki polusi udara cukup tinggi.
Alat yang ia gagas itu akan mendeteksi konsentrasi partikel dan kandungan gas udara. Kemudian, konsentrasi partikel udara akan diproses alat kontrol dan ditampilkan lewat display dan diunggah ke cloud situs web.
“Ketika pembacaan konsentrasi partikel udara dalam ruangan tinggi, maka filtrasi udara akan aktif,” ungap Zauar ditulis Jumat (15/9/2023).
Baca Juga: Berjalan Beriringan, Atlet Kabupaten dan Kota Mojokerto Raih Emas Balap Sepeda Criterium Putra-Putri
Ia menyebut, dengan berubah-ubahnya kondisi udara, aplikasi juga akan menyarankan tindakan preventif sesuai nilai konsentrasi udara. “Nanti disarankan tidak beraktifitas di luar ruangan hingga memakai masker saat ke luar rumah,” katanya.
Diketahui, alat pemantau kualitas udara bernama Purwarupa ini sudah beberapa kali dilombakan dan meraih juara, seperti di ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Gresik Inovasi dan Workshop Festival (Ginofest), serta Pemuda Pelopor Kabupaten Gresik.
Untuk menciptakan keberlanjutan lingkungan yang bisa dinikmati generasi masa depan, Zanuar ingin mengembangkan kolaborasi dengan konsep pentahelix. Konsep ini melibatkan seluruh stakeholders mulai pemuda, pemerintah, hingga media.
Perlu diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dibagi menjadi 5 kategori. Yakni kategori rendah dengan rentang nilai 1-50, sedang dengan nilai 51-100, tidak sehat bernilai 101-200, sangat tidak sehat bernilai 201-300, dan berbahaya bernilai 300 ke atas.
Baca Juga: Ditembak lalu Dipukul Palu, Wartawan di Jombang Meninggal
Sedangkan pembacaan udara di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada tabel ISPU bernilai 144 dan tergolong dalam kategori tidak sehat. [ipl/ian]






