Surabaya (beritajatim.com) – Jepretan lensa kamera 12 mahasiswa asal Indonesia, Prancis, dan Jerman tentang kehidupan masyarakat Tengger Bromo diabadikan dalam sebuah karya fotografi bertajuk ‘Youth, Territory, Identity’.
Belasan mahasiswa itu memang tengah mengikuti program residensi fotografi di kawasan tersebut. mereka diberi ruang untuk mengeksplorasi kultur hingga aktifitas masyarakat Bromo Tengger selama 10 hari.
“Mereka melakukan riset dan pemotreatan terhadap objek yang ditemukan selama berada di Bromo, bahkan ada yang sampai Pandaan,” ujar Wakil Dekan III FISIP Unair Irfan Wahyudi, Kamis (14/9/2023).
Irfan menyebut, residensi fotografi ini adalah rangkaian pertama dari program ‘Photography and New Media Education for Youth Empowerment’ yang diinisiasi Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya dan Wisma Jerman.
Dalam kegiatannya, mereka menggandeng Universitas Airlangga, ISI Yogyakarta, Bromo School of Photography, Jiwa Jawa Resort, Hannover University of Applied Sciences and Arts, Ostkreuzschule Berlin-School of Photography, dan Gobelins School Paris.
Irfan mengungkapkan, bahwa pasca residensi tersebut, program dilanjutkan dengan international colloquium dan pameran fotografi di Indonesia (Surabaya), Prancis (Paris), Jerman (Berlin, Hannover).
“Goal-nya adalah menciptakan pengetahuan yang kuat terkait karya visual itu bisa menjadi medium pembelajaran yang baik bagi generasi muda. Dengan hadirnya budaya virtual, terutama, hal-hal yang berkaitan dengan visual itu menjadi krusial,” ungkapnya.
Karena itu, kata Irfan, dalam international colloqium tersebut peserta akan berdiskusi seputar karya-karya fotografi yang selanjutnya dapat membantu masyarakat untuk memahami informasi.
Sedangkan selama menjalani program residensi, para mahasiswa mendapat pembekalan dari para akademisi dan praktisi fotograti nasional maupun internasional. Mereka mengikuti kelas Landscape Photography oleh Sigit Pramono dari Jiwa Jawa Resort.
BACA JUGA:
Mahasiswa ITS Surabaya Gagas Adat Suku Tengger Jadi Healing Tourism
Di sela turun lapangan, mereka juga dimentori oleh para profesional di fotografi. Di antaranya, Rio Helmi (fotografer profesional), Jerome Jehel (coordinator Gobelins School Paris), Karen Fromm (Professor Hannover University), Irwandi dan Aji Susanto Anom (ISI Yogyakarta).
Para mentor tersebut mendampingi para mahasiswa mulai proses pengambilan gambar hingga pemilihan foto untuk dipresentasikan kepada publik dalam international colloguium yang diselenggarakan di Unair pada 14-15 September 2023. [ipl/but]






