Yogyakarta (beritajatim.com) – Musim kemarau telah tiba, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak luput dari ancaman kekeringan. Sejumlah kabupaten di DIY menghadapi potensi kekeringan, dengan Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul menjadi yang paling terdampak.
Pemerintah Provinsi DIY telah menyiapkan berbagai upaya antisipasi, termasuk pengiriman air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat bahwa ratusan kelurahan memiliki potensi mengalami kekeringan, dan beberapa di antaranya sudah merasakan dampaknya.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY, Lilik Andy Aryanto, menyatakan bahwa hampir seluruh wilayah DIY rawan kekeringan, tetapi Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul adalah yang paling potensial terkena dampaknya. Beberapa kelurahan telah menerima bantuan air bersih karena mereka kehabisan stok air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Dari sekian ini sudah ada beberapa kelurahan di antaranya sudah menerima dropping air karena mereka benar-benar tak ada stok air untuk kebutuhan sehari hari. Saya berpesan warga DIY untuk mulai berhemat air dan menjaga kelestarian tanaman yang banyak menyimpan mata air,” jelasnya.
BACA JUGA:
Alami Kekeringan, Ini Daerah di Ponorogo yang Rutin Didroping Air Bersih
Lilik mengimbau warga DIY untuk berhemat dalam penggunaan air dan menjaga keberlanjutan mata air dengan merawat tanaman. Jika hujan tidak kunjung tiba dalam beberapa bulan ke depan, wilayah yang terdampak kekeringan diperkirakan akan bertambah.
Dia juga menyarankan penggunaan langkah-langkah seperti pemeliharaan air hujan, tandon air hujan, dan penampungan air hujan (PAH) untuk menghadapi kekeringan dalam jangka panjang.
Daerah yang berpotensi mengalami kekeringan meliputi:
1. Gunungkidul dengan 14 kecamatan yang melibatkan 56 kelurahan.
2. Kulon Progo dengan 9 kecamatan yang melibatkan 28 kelurahan.
3. Bantul dengan 10 kecamatan yang melibatkan 23 kelurahan.
Beberapa kelurahan di Gunungkidul (19 kelurahan), Kulon Progo (8 kelurahan), dan Bantul (8 kelurahan) telah merasakan dampak dari kekeringan dan menerima bantuan air bersih.
“Karena masih dilakukan dropping air maka saat ini hingga ke depan status 3 kabupaten di DIY yakni Gunungkidul Kulon Progo dan Bantul ini termasuk siaga darurat kekeringan,” tegasnya.
BACA JUGA:
Krisis Air Bersih di 7 Kecamatan, Bantul Darurat Kekeringan
Dana penanggulangan bencana kekeringan telah dialokasikan oleh masing-masing pemerintah daerah, dengan anggaran rutin dan Belanja Tak Terduga (BTT) digunakan jika diperlukan.
BPBD DIY mengapresiasi kontribusi donatur dan bantuan dari berbagai instansi, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), Dinsos, perbankan, dan perusahaan lainnya.
Pemkab Bantul juga telah memperpanjang status siaga darurat bencana kekeringan mengingat belum adanya curah hujan yang cukup tinggi. Distribusi air bersih terus dilakukan kepada wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.
Situasi ini menegaskan pentingnya pengelolaan air dan upaya konservasi sumber daya air dalam menghadapi tantangan kekeringan. [aje/beq]






