Magetan (beritajatim.com) – Pemenang tender dari paket pembangunan trotoar di Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan sudah menandatangani kontrak sejak 18 Juli 2023 lalu. Namun, hingga 7 September 2023, proyek trotoar di pinggir jalan menuju Telaga Sarangan itu tak kunjung dimulai.
Proyek bernilai pagu Rp1 miliar itu sempat tak disetujui warga setempat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan selaku satuan kerja dari proyek tersebut sudah beberapa kali menggelar sosialisasi. Namun, warga tak hadir.
Mayoritas warga yang memiliki usaha di jalan tersebut tak setuju karena desain trotoar dengan nilai kontrak Rp795,4 juta itu mempersempit jalan utama. Bahkan, akan ada usaha warga yang tergusur.
Nisan, salah satu pelaku wisata sekaligus pemilik hotel di Kawasan Wisata Telaga Sarangan mengaku jika warga tak dilibatkan dalam pembahasan desain pembangunan trotoar yang dimenangkan oleh CV Linggis Nusantara itu.
Baca Juga: Pemkab Magetan Siapkan Bonus Rp 400 Juta untuk Atlet Berprestasi di Proprov Jatim
“Trotoar tersebut usulan di Musrenbang tahun 2022. Namun dalam penyusunan gambar kami tidak dilibatkan. Kami hanya menerima gambar saat sudah jadi saja. Jika trotoar itu jadi dibagun bakal merugikan kami. Tau sendiri sejengkal tanah di Sarangan itu berharga untuk usaha untuk menyambung hidup,” katanya, Rabu (06/09/2023).
Menurut mantan anggota DPRD Magetan itu, mereka bukannya tak setuju jika dibangun trotoar. Mereka hanya kecewa karena tak dilibatkan kami dalam proses desainya. Alhasil, pemerintah terkesan memtuskan sepihak sehingga berdampak kepada usaha warga.
“Yang jelas sejak awal kami tidak dilibatkan dalam desain gambar trotoar tersebut. Tahu tahu jadi dan kami hanya terima gambar yang merugikan usaha kami,” jelasnya.
Terpisah, Rochmad Zainudin Kabid Cipta Karya DPUR Magatan yang membidangi saat dikonfirmasi soal ini membantah proyek trotoar tersebut ditolak warga.
Baca Juga: Warga Sidoarjo Punya 95 Akun Fiktif, Bikin 107 Ribu Transaksi Lewat Gojek
“Warga tidak menolak. Akhirnya tetap dilaksanakan tapi dengan penyesuaian. Ada perubahan gambar rencana, menyesuaikan dari aspirasi masyarakat setelah dilakukan sosialisasi beberapa waktu lalu,” kata Rochmad.
Dia mengaku jika waktu pembangunan bakal cukup meski sudah terpangkas nyaris dua bulan lamanya. “Insyallah cukup, pengerjaan dalam Minggu ini sudah akan dimulai,” pungkasnya. [fiq/ian]






