Ponorogo (beritajatim.com) – Kebakaran rumah kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo. Tepatnya rumah milik pasangan Imam Sujari dan Marsini, warga di RT 02 RW 02 Jalan Pramuka Nomor 11 Kelurahan Nologaten Kecamatan kota. Si jago merah melahap semua isi di dalam 1 rumah yang terdiri dari 3 bagian ruangan tersebut. Kobaran api itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.
“Harta benda yang berada di dalam rumah habis terbakar,” ungkap Kapolsek Ponorogo Kota, Iptu Muhammad Sahid Mustofa, saat ditemui awak media di sekitar lokasi kejadian kebakaran, Minggu (03/09/2023).
Kejadian kebakaran rumah itu, diperkirakan sekitar pukul 13.15 WIB. Mendapatkan laporan, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi kejadian. Sebanyak 2 unit mobil kebakaran dan 1 unit mobil tangki air dari BPBD Ponorogo diterjunkan untuk menjinakkan api yang membakar rumah di pemukiman padat penduduk tersebut.
Baca Juga: Habib Ja’far Ajak GenZI Buat Perubahan, Bahkan Sambil Rebahan
“Beruntung api tidak sampai merembet ke rumah di kanan dan kirinya. Petugas dengan 2 mobil damkar ditambah 1 mobil tangki untuk suplai air langsung berusaha memadamkan api,” katanya.
Sahid mengungkapkan kronologis kebakaran berawal saat pemilik rumah, yakni Ibu Marsini hendak masak di dapurnya. Yang bersangkutan sudah menyalakan kompor gas, dan Ia tinggal keluar dari dapur sebentar. Nah, saat ditinggal itu, tiba-tiba terdengar ledakan meski tidak terlalu keras dari dapur.
“Saat bu Marsini ke dapur, api sudah berkobar dari kompor gas itu. Api semakin membesar, sebab di dalam dapur banyak kayunya sehingga merembet dan cepat membesar,” katanya.
Baca Juga: Siapa Sosok Dino Patti Djalal, Mantan Dubes US yang Rumahnya Dikabarkan Disewa Penipu Online
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, masyarakat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Sebelumnya, warga mengamankan beberapa anggota keluarga yang berada di dalam rumah. Sebab, suami Marsini mengalami sakit akibat kecelakaan lalu lintas.
“Dugaan penyebab kebakaran sementara kompor yang meledak. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya. (End/ian)






