Surabaya (beritajatim.com) – Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata “susuk”? Bagi banyak orang, susuk adalah suatu praktik spiritual di mana benda asing, seperti jarum kecil, dimasukkan ke dalam tubuh seseorang untuk mendapatkan kelebihan tertentu. Kelebihan ini bisa berupa perlindungan spiritual, daya tarik terhadap lawan jenis, peningkatan daya tarik, atau bahkan kekuatan fisik, yang semuanya merupakan sugesti bagi yang memakainya.
Tema susuk ini seringkali menjadi latar belakang cerita dalam film horor Indonesia. Salah satunya adalah dalam karya terbaru Ginanti Rona, “Susuk – Kutukan Kecantikan.”
“Susuk – Kutukan Kecantikan” mengisahkan perjalanan Laras (Hana Malasan), seorang wanita yang berusaha keluar dari pekerjaannya sebagai PSK dan memperbaiki hubungannya dengan adiknya, Ayu (Ersya Aurelia). Namun, nasib tragis menghampiri Laras dalam kecelakaan mengerikan. Yang mengejutkan, Laras tidak meninggal, melainkan terperangkap dalam sakaratul maut, dengan tubuhnya yang mulai membusuk seperti mayat.
Baca Juga: 6 Film Ini Tayang di Bioskop September 2023, Ada Jawan hingga The Nun 2
Bersama Arman (Jourdy Pranata), mereka mencari cara untuk menyembuhkan Laras dan menghadap Damar (Whani Darmawan), seorang kepala desa yang memberikan bantuan setelah orang tua Laras dan Ayu meninggal. Ternyata, Laras menggunakan susuk yang tidak lazim. Apa rahasia di balik susuk tersebut?
Rumah produksi Visinema mencoba hal baru dalam genre horor dengan mengangkat fenomena susuk, yang belum banyak dieksplorasi oleh film-film horor lokal sebelumnya. Meskipun plot cerita masih memiliki beberapa celah yang belum dijelaskan secara rinci, namun ini bukanlah kelemahan utama film ini. Ada aspek lain yang membuatnya menonjol.
Aspek visual, aksi, dan tampilan horor dalam film ini patut diacungi jempol. Berbeda dengan film horor lain yang cenderung gelap, Ginanti Rona berhasil menciptakan atmosfer horor dalam pencahayaan terang. Adegan aksi, terutama ketika Laras berhadapan dengan Prasetyo (Muhammad Khan), memiliki kesan unik yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia. Efek visual dalam adegan-adegan horor juga terlihat rapi dan nyata.
Baca Juga: 5 Penyebab Seseorang Kecanduan Nonton Film Dewasa
Tentu saja, pujian harus diberikan kepada para pemain, terutama Hana Malasan, Ersya Aurelia, dan Elang El Gribran. Mereka berhasil menghidupkan karakter-karakter mereka dengan baik.
Secara keseluruhan, “Susuk – Kutukan Kecantikan” belum sempurna, tetapi dengan arahan yang unik dari Ginanti Rona, film ini membawa angin segar dalam dunia horor Indonesia yang kerap mengangkat tema pesugihan atau tumbal. Film ini adalah paket lengkap yang cocok untuk ditonton di akhir pekan. Jadi, jika Anda penggemar film horor yang berbeda, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati “Susuk – Kutukan Kecantikan” di bioskop. (ian)






