Surabaya (beritajatim.com) – Kecanduan menonton film 18+ menjadi masalah yang semakin banyak diperbincangkan di era digital ini. Terlebih karena ketersediaan yang luas dari konten dewasa tersebut di internet.
Dalam konteks medis dan kesehatan mental, kecanduan menonton video panas tersebut memiliki dampak negatif yang signifikan pada kehidupan seseorang.
Dilansir dari suara.com – jejaring beritajatim.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat perilaku seksual kompulsif sebagai gangguan kesehatan mental pada tahun 2018, yang mencakup perilaku seksual berulang yang mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang.
Sejumlah faktor mungkin berkontribusi membuat seseorang jadi kecanduan menonton film dewasa secara berlebihan, di antaranya;
1. Ketidakseimbangan Kimia Otak
Bahan kimia seperti serotonin dan norepinefrin memainkan peran penting dalam mengatur suasana hati dan gairah seksual. Ketidakseimbangan kimia otak ini dapat memengaruhi perilaku seksual seseorang.
BACA JUGA: Sinopsis Petualangan Sherina 2, Film yang Tayang Akhir September 2023
2. Perubahan Jalur Otak
Menonton video 18+ yang berulang dapat mengubah jalur dan sirkuit di otak seseorang. Seseorang mungkin menjadi semakin terikat pada konten dewasa dan perlu meresponsnya berulang kali untuk mencapai tingkat kepuasan yang sama.
3. Penyakit Otak
Beberapa kondisi medis seperti epilepsi, demensia, dan terapi dopamin untuk Parkinson dapat merusak bagian otak yang mengendalikan perilaku seksual. Ini dapat memicu perilaku kompulsif, termasuk konsumsi film 18+.
4. Akses Mudah
Internet telah mengubah cara kita mengakses informasi, termasuk pornografi. Ketersediaan yang mudah dan cepat dari konten tersebut membuatnya lebih rentan untuk menjadi masalah bagi banyak individu.
5. Alasan Pribadi
Setiap individu mungkin memiliki alasan pribadi yang mempengaruhi perilaku mereka terkait konten dewasa. Ini bisa mencakup faktor-faktor seperti stres, tekanan emosional, kurangnya hubungan yang memuaskan, atau bahkan rasa kebosanan.
Penting untuk diingat bahwa kecanduan pornografi, atau perilaku seksual kompulsif, bisa sangat merugikan. Ini dapat mengganggu hubungan interpersonal, pekerjaan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Bagi mereka yang merasa kecanduan konten dewasa yang berlebihan, perlu mencari bantuan profesional seperti seorang psikolog atau terapis terkait. (fyi/nap)






