Ngawi (beritajatim.com) – Upaya petugas gabungan Perhutani, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat untuk memadamkan hutan tang terbakar di Gunung Lawu membuahkan hasil.
Hutan yang terbakar di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul Petak 38, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara KPH Lawu terbakar pada Jumat (1/9/2023) 18.00 WIB akhirnya padam sekitar pukul 23.30 WIB.
Total luasan lahan hutan terbakar di wilayah Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi itu sekitar 2 hektar lebih. Bukan hutan pinus, melainkan tanaman jenis rimba campur (RBC) yakni bintani, damar, puspa, dan mahoni.
Kapolsek Jogorogo AKP Nur Hidayat mengonfirmasi jika saat ini api sudah padam. Meski begitu pihaknya bakal terus melakukan pemantauan.
BACA JUGA:
Hutan Gunung Lawu di Wilayah Jogorogo Ngawi Terbakar
“Info dari Kepala RPH Manyul, api sudah dapat dipadamkan. Hutan yang terbakar kurang lebih 2 hektar,” kata Nur Hidayat pada beritajatim.com, Sabtu (2/9/2023)
Upaya pemadaman menggunakan teknik membentuk ilaran agar api tak menjalar. Pun, upaya itu membuahkan hasil, api pun tak semakin meluas. Petugas menggunakan tongkat gepyok untuk memadamkan api.
BACA JUGA:
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo Kedunggalar Ngawi
Nur mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan agar tak membuat perapian atau menggunakan api saat beraktivitas. Sekaligus, tidak membuat putung rokok sembarangan.
“Kami juga sudah meminta masyarakat yang melihta tutuk api agar segera melapor ke petugas,” pungkasnya. [fiq/beq]






