Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa KKN UM Surabaya membuat alat pendeteksi banjir untuk masyarakat di Desa Kebomlati, Plumpang, Tuban. Alat itu bisa mendeteksi volume debit air yang sudah mencapai batas ketinggian.
Peanggagas inovasi Muhammad Pramudia Galih Pratama mengatakan bahwa hasil inovasinya ini dapat mempermudah dalam meninjau permasalahan di lapangan yang rentan banjir.
“Alat ini akan bermanfaat sebagai pemberitahuan ketika volume debit air Sungai Bengawan Solo di Desa Kebomlati Kecamatan Plumpang Tuban yang telah mencapai batas ketinggian,” ujar Pramudia, Kamis (31/8/2023).
Ia bersama timnya berharap inovasi tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Desa Kebomlati sebagai sarana kesigapan ketika menghadapi banjir.
Baca Juga: Demokrat Ungkit Ajakan Anies kepada AHY Soal ‘Menjemput Takdir’ sebagai Cawapres
Cara kerja alat ini dengan instalasi pada bibir sungai Bengawan Solo, kemudian saat debit air mencapai ketinggian yang telah ditentukan pada sensor bandul yang akan mengirimkan sinyal ke switch sensor.
“Lalu sinyal dari switch sensor akan dikirimkan ke motor sirine yang akan menjadi alarm pemancar suara untuk tanda informasi kepada masyarakat di Desa Kebomlati,” katanya.
Ia menambahkan, untuk membuat alat ini timnya membutuhkan biaya sekitar 1.900.000. Alat ini juga sudah disosialisasikan kepada warga, bahkan warga mendapatkan edukasi terkait cara pembuatannya.
Baca Juga: Berada di Grub B Porprov VIII Jatim, Tim Sepak Bola Kabupaten Mojokerto Target Lolos Grup
“Tentu ini akan sangat memudahkan, jika warga bisa membuatnya. Dengan demikian masyarakat sesegera mungkin bisa waspada,” pungkasnya. [ipl/ian]






