Gresik (beritajatim.com) – Melalui penetapan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2023, kalangan legislatif menetapkan pendapatan Kabupaten Gresik ditarget Rp 3,77 trliun.
Selain menetapkan pendapatan sebesar Rp 3,77 triliun, sektor belanja diputuskan menjadi Rp 3,85 triliun. Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses pembahasan rancangan perubahan KUA-PPAS sejak Agustus 2023. “Besaran angka itu sudah masuk dalam pembahasan yang dilakukan oleh komisi bersama mitra kerja,” ujar juru bicara DPRD Gresik Fakih Usman, Kamis (31/08/2023).
Politisi PAN itu menambahkan, perubahan tersebut diproyeksikan akan menutup sisa lebih perhitungan anggaran pada tahun ini. Dengan perinciannya sebesar Rp 79,2 miliar. “Ada beberapa hal pokok yang penting untuk segera direalisasikan,” imbuh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik itu.
Masih menurut Fakih Usman, untuk merealisasikan hal itu ada kesiapan perangkat daerah dalam penggunaan belanja hibah, bantuan sosial, serta bantuan keuangan. Agar dilakukan percepatan untuk segera direalisasikan. “Realisasi potensi pendapatan di masing-masing OPD penghasil harus segera dicapai,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi hal tersebut. Menurutnya, proses pembahasan yang telah dilakukan merupakan bentuk dukungan dalam pengembangan Kota Pudak. “Prinsipnya untuk menyesuaikan kembali target awal yang ada di dalam APBD 2023. Dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi kemampuan fiskal daerah,” paparnya.
Bupati milenial itu berharap komunikasi lintas sektor agar terus dibangun. Dalam rangka menyukseskan pembangunan dan membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap fungsi dan kewenangan masing-masing lembaga untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan pembangunan tahun anggaran 2023,” pungkasnya. [dny/kun]
BACA JUGA: Asyik Bermain di Sungai Bersama 2 Rekannya, Bocah Asal Wringinanom Gresik Tenggelam






