Ponorogo (beritajatim.com) – Menyikapi fluktuasi harga beras di pasaran, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG) Ponorogo terus memasifkan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa ketersediaan beras SPHP tercukupi sepanjang tahun di berbagai pasar lokal di 3 Kabupaten
“Dalam upaya menjaga stabilitas harga beras, kita ikut melakukan koordinasi gerakan Stabilisasi Harga Pangan (SIGAP) SPHP secara serentak di seluruh Indonesia,” ungkap Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Ponorogo Aan Sugiarto, Rabu (30/08/2023).
Koordinasi serentak untuk gerakan SIGAP ini diambil, untuk memastikan ketersediaan beras SPHP di pasar tradisional dan ritel modern. Tentu untuk Bulog Ponorogo, yang berada di wilayah kerjanya. Yakni mencakup Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Temukan Pengiriman Daging Tanpa Surat Resmi
“Penyaluran beras SPHP sudah berjalan mulai awal tahun ini, akan dimassifkan dan tidak menutup kemungkinan akan memperluas jangkauannya,” katanya.
Saat ini, beberapa pasar tradisional di 3 kabupaten itu, sudah disalurkan beras SPHP secara rutin sejak awal tahun. Pasar-pasar tradisional itu, seperti Pasar Legi dan Pasar Sumoroto di Kabupaten Ponorogo. Untuk wilayah di Kabupaten Magetan beras SPHP disalurkan di Pasar Sayur, Pasar Gorang-Gareng 1, dan Pasar Maospati 1.
Kemudian ada Pasar Arjowinangun, Pasar Arjosari, dan Pasar Minulyo yang menjadi sasaran Bulog Ponorogo untuk menyalurkan beras SPHP di Kabupaten Pacitan. Bulog Ponorogo pun terus melakukan koordinasi dengan berbagai dinas terkait untuk mengkaji, kemungkinan ekspansi distribusi beras SPHP ke pasar-pasar lain yang membutuhkan.
“Kita terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait serta satgas pangan setempat untuk melakukan evaluasi program SPHP. Bilamana perlu dilakukan perluasan sebaran distribusi beras SPHP ke pasar-pasar yang lain,” kata Aan.
Baca Juga: Pilkades Serentak Magetan Bakal Dijaga 519 Personel Gabungan
Aan menegaskan bahwa Bulog Ponorogo memiliki stok cadangan beras sebanyak 9.410 ton. Jumlah stok cadangan itu, diperkirakan bisa memastikan ketersediaan beras. Sehingga bisa untuk menjaga stabilitas harga sepanjang tahun. Diharapkan, ketersediaan beras SPHP itu, dapat memberikan dampak yang positif bagi stabilitas harga di wilayah kerja Bulog Ponorogo.
“Stok cadangan Bulog Ponorogo 9.410 ton. Saya harap masyarakat tidak perlu khawatir, karena kita memiliki stok yang sangat aman untuk kebutuhan stabilisasi harga beras sepanjang tahun,” tutup Aan. (End/ian)






