Malang (beritajatim.com) – Kholid Amrillah telah lama menjalani karir di dunia teknologi informasi. Setelah menyelesaikan pendidikan kuliahnya pada tahun 2009, ia langsung memulai karir sebagai seorang programmer di perusahaan software house bernama IAO.
“Dalam pengalaman saya di sana, saya banyak belajar. Kemudian, saya dan teman-teman mendirikan CV software house sendiri,” ungkap Kholid, lulusan D4 PENS dengan jurusan Teknologi Informasi.
Pada tahun 2013, Kholid memutuskan untuk belajar sendiri tentang bahasa pemrograman mobile. Ini disebabkan oleh fokusnya sebelumnya pada aplikasi desktop/PC.
“Pada saat itu, saya memilih untuk fokus pada pengembangan aplikasi iOS karena saya melihat bahwa pasar Android sudah cukup ramai,” katanya.
Selama perjalanan mengembangkan aplikasi mobile, Kholid mendapatkan berbagai proyek baik dari sektor swasta maupun pemerintah dengan beragam jenis proyek.
“Beberapa di antaranya adalah pengembangan aplikasi cloud server di Batam, pengembangan aplikasi presensi, dan pengembangan aplikasi HSE,” lanjut pria berusia 38 tahun ini.

Pada tahun 2020, beberapa rekan senior bergabung dengannya untuk mendirikan perusahaan IT yang dinamakan Xenopati. Dari Xenopati ini, lahir produk-produk seperti WAStore dan Ngabsen.id.
Menurut Kholid, mengembangkan perusahaan aplikasi tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama karena ia juga terlibat dalam manajemen perusahaan.
“Perusahaan kecil kami beroperasi di tengah persaingan dengan perusahaan software house yang lebih besar. Kami harus mengelola karyawan dan memastikan kelancaran arus kas perusahaan. Tentu, manajemen berbeda dengan dunia pemrograman yang saya geluti sebelumnya. Selain itu, ada risiko gagal bayar klien meskipun pekerjaan telah selesai, serta menjamin bahwa aplikasi yang kami buat sesuai dengan kebutuhan klien,” jelasnya.
Baca Juga: Ngabsen.id, Startup Asal Surabaya Gaet Pelanggan Hingga Kalimantan
Namun demikian, mereka telah berhasil mendapatkan klien-klien yang signifikan, terutama dari kalangan UMKM.
“Kami pernah mengembangkan toko online untuk 100 UMKM di seluruh Indonesia, dan ini merupakan tantangan karena kami harus mengakomodasi kebutuhan unik dari masing-masing UMKM,” ungkap pria asal Surabaya ini.
Mengenai rencana masa depan, Kholid berkeinginan untuk menciptakan produk-produk dari Xenopati yang berguna dan terjangkau, terutama untuk UMKM. Ia menyadari potensi besar di pasar UMKM yang masih membutuhkan adaptasi digital.
“Harapannya, di masa depan, saya dapat terus mengembangkan keterampilan dalam manajemen dan teknologi, terutama karena perkembangan teknologi yang pesat,” tambah pria yang juga hobi bermain game ini.
Pada kesempatan itu, ia memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak menyerah dan tidak takut mencoba hal-hal baru.
“Jangan takut mencoba dan selalu belajar banyak hal ketika masih muda, karena kompetisi di masa depan akan semakin ketat,” pungkasnya. (ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]






