Surabaya (beritajatim.com) – Budidaya kepiting soka di jalan Greges Barat RW 1 Kelurahan Tambaksarioso Asemrowo Kota Surabaya telah berjalan sejak tiga tahun terakhir.
Berawal dari iseng-iseng mencari kesibukan baru pada pandemi covid – 19, melalui media box sederhana ratusan bibit kepiting dibudidayakan.
Lokasi yang dekat dengan laut membuat proses budidaya berjalan lancar, dalam seminggu hasil panen kepiting soka mencapai 29 hingga 35 kilogram. Kondisi tersebut memberikan angin segar terhadap warga pesisir dalam upaya pemulihan ekonomi keluarga dan bisa menjadi sumber penghasilan bagi warga pesisir Kota Surabaya.
Yudha pemilik budidaya kepiting soka ini mengaku jika awalnya dirinya hanya untuk penggemukan kepiting saja namun dirasa cukup lama akhirnya dirinya beralih ke kepiting cangkang lunak atau soka.
“Ditambah lagi budidaya kepiting soka ini resikonya sedikit dan permintaannya banyak membuatnya beralih. Harga jual kepiting cangkang lunak ini seharga 95 hingga 124 ribu rupiah per satu kilogramnya. Dalam sebulan dirinya berhasil mengumpulkan puluhan juta rupiah dari budidaya kepiting soka ini,” kata Yudha.
Upaya pengembangan juga terus dilakukan oleh yudha dan warga pesisir Tambaksarioso yakni dengan bekerjasama dengan perusahaan BUMN. Selain dikembangkan di rumahnya budidaya kepiting soka ini juga akan dibudidayakan di tempat lain yang lebih besar agar bisa membantu perekonomian warga sekitar dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir.
Dengan hasil panen yang tinggi tiap minggunya kepiting soka ini dikirim ke berbagai daerah di indonesia seperti Gresik, Jakarta, Lombok, Bali dan daerah lainnya. Pengirimannya sendiri kepiting soka dalam kondisi beku jadi lebih aman dan kualitas kepiting soka tetap terjaga. (ted)






