Sampang (beritajatim.com) – Hingga menjelang akhir Agustus 2023, petani garam yang ada di Kabupaten Sampang, terus berproduksi. Aktivitas di lahan tambak garam semakin meningkat seiring cuaca yang panas dan bagus untuk produksi garam.
Sayangnya, harga garam saat ini semakin anjlok hingga Rp 80 ribu persak atau sekitar berat 50 Kg. Padahal, awal produksi musim kemarau tahun ini, harga garam persak mencapai Rp 450 ribu. “Harga garam saat ini mulai anjlok, sudah biasa kalau garam melimpah pasti harganya turun, tapi kalau produksi sedikit pasti naik,” ujar Mashudi, pemilik lahan garam di Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Sabtu (26/8/2023).
Hal senada juga dikatakan oleh Sukron pemilik tambak garam lainya yang memprediksi harga garam bisa semakin turun. Sebab, sampai saat ini petani terus berproduksi karena cuaca masih bagus. “Harapan kami, harga garam bisa niak lagi meski melimpah, karena belum tentu musim kemarau tahun depan bisa sebagus saat ini,” katanya.
Ia juga berencana untuk menimbun garam jika harga terus anjlok. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kerugian biaya produksi garam. “Untuk sementara akan kita timbun dan baru dijual saat garam langka, sehingga harga bisa naik, karena kalau dipaksakan jual saat ini pastinya murah sekali,” tandasnya.
Sekedar diketahui, jika harga garam saat ini persak dengan berat sekitar 50 Kg seharga Rp 80 ribu, maka per ton garam yakni Rp 1 juta 600 ribu.[sar/kun]
BACA JUGA: Tiga Remaja di Sampang Rudapaksa Gadis Bawah Umur Bergiliran






