Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemkab Sidoarjo memberikan insentif kepada ratusan kader kesehatan dan 9 tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Kecamatan Candi. Insentif dan honor itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di pendopo Delta Wibawa, Jumat (25/8/2023).
Para penerima insentif adalah bidan dan perawat yang praktek secara mandiri. Mereka memperoleh insentif sebesar Rp 250 ribu per bulan dan diterima langsung enam bulan sebesar Rp 1,5 juta. Sedangkan kader kesehatan mendapatkan honor Rp 30 ribu per bulan. Juga diterima langsung selama 6 bulan. Sehingga mereka langsung menerima Rp 180 ribu.
Terdapat 802 kader kesehatan yang memperolehnya. Mereka kader-kader Posyandu di Puskesmas Candi dan Puskesmas Sidodadi. Dalam kesempatan itu juga diberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan kepada 415 kader kesehatan.
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengatakan, pemberian uang insentif bukti bentuk perhatian Pemkab Sidoarjo. Atensi Pemkab Sidoarjo di bidang kesehatan tidak bisa dibantah lagi.
Pembangunan RSUD Sidoarjo Barat buktinya. Begitu pula peningkatan pelayanan RSUD Sidoarjo. Tahun 2024, RSUD Sidoarjo berupaya naik tipe kelas pelayanan. Dari tipe B ke A. Bila terwujud, pelayanan RSUD Sidoarjo akan sejajar dengan RSUD Dr. Soetomo maupun RSPAL Dr. Ramelan.

“Di tahun 2024 kita ngotot RSUD Sidoarjo naik ke tipe A dan menjadi rumah sakit kabupaten pertama se Indonesia yang setara dengan rumah sakit tipe A milik Provinsi Jawa Timur,” ucapnya.
Bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu menambahkan selain insentif, fasilitas BPJS Ketenagakerjaan juga diberikan kepada kader kesehatan. Semua akan memperoleh jaminan asuransi kecelakaan kerja. Gratis tanpa membayar setiap bulannya.
Disebutkannya, saat ini ada 6.278 ribu kader kesehatan yang mendapatkan fasilitas tersebut. Tahun depan Pemkab Sidoarjo akan menambah penerima manfaat tersebut. Kurang lebih menjadi 13 ribu orang kader kesehatan yang akan terindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Besok tahun 2024 akan dilengkapi semua dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya yang disambut gembira kader kesehatan yang hadir.
BACA JUGA:
Ini Pesan Gus Muhdlor untuk Siswa SMAN 4 Sidoarjo
Gus Muhdlor berharap perhatian yang diberikan dapat menambah semangat kinerja kader kesehatan. Karena kader kesehatan menjadi ujung tombak pembangunan kesehatan. Upaya menurunkan angka stunting dan mewujudkan wilayah ODF (Open Defecation Free) atau bebas buang air besar sembarangan seratus persen.
“Tugas kita belum selesai, kita pastikan stunting turun dan desa ODF meningkat,” jelas alumni Fisip Unair Surabaya itu. [isa/but]






