Blitar (beritajatim.com) – Rini Syarifah atau yang biasa disapa Mak Rini tercatat tidak memiliki hutang dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodic 2022. Dengan kekayaan yang mencapai Rp. 9.252.620.334 Mak Rini siap untuk maju kembali dalam kontestasi Pilkada untuk memperebutkan kursi AG 1.
Dalam laporan LHKPN, Rini syarifah tercatat mempunyai 8 bidang tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp. 7.475.000.000. Selain itu Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar itu juga memiliki 3 Mobil dan 3 Sepeda motor serta harta bergerak lainnya senilai Rp. 229.000.000.
Bupati perempuan pertama di Bumi Penataran tersebut juga memiliki harta berupa kas senilai total Rp. 728.620.334. Seluruh harta kekayaan tersebut telah dilaporkan Rini Syarifah di LHKPN KPK periodic 2022 yang diunggah pada 19 Maret 2023 lalu.
Rini Syarifah sendiri telah menyatakan sikapnya untuk maju kembali sebagai Calon Bupati Blitar pada Pilkada 2024 mendatang. Menurut Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar tersebut tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan kepemimpinannya.
“Pastilah tidak ada alasan untuk tidak maju lagi,” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar, Sabtu (13/08/23).
Baca Juga: Warga Sambut Kunjungan Bupati Blitar Dengan Aksi Penanaman Pohon di Jalan Rusak
Meski banyak kritik yang datang selama kepemimpinannya, Rini Syarifah dengan percaya diri tinggi akan maju kembali memperebutkan kursi AG 1. Bagi politisi perempuan kelahiran 1977 itu apa yang ia lakukan sudah maksimal untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat Bumi Penataran.
Selain modal kekayaan yang cukup banyak, latar belakang keluarga Nahdliyin juga menjadi senjata ampuh bagi Rini Syarifah untuk memenangkan Pilkada 2024 mendatang. Hal itu sudah dibuktikan Mak Rini pada Pilkada 2019 lalu.
Namun rakyat saat ini sudah melihat rekam jejak kinerja dari Rini Syarifah. Apakah strategi tersebut akan ampuh untuk memenangkan Rini Syarifah yang kedua kalinya, atau justru sebaliknya.
Yang jelas saat ini Rini Syarifah tengah fokus untuk memenangkan PKB dalam kontestasi Pileg 2024 mendatang. Langkah ini ditempuh demi mengamankan tiket agar PKB tetap bisa mengusung Rini Syarifah maju kembali meski tanpa koalisi.
“Meski Pasti Pilbup kan masih lama saat ini fokus untuk pemenangan Pileg dulu baru ke situ,” tutup Rini. (owi/ted)






