Surabaya (beritajatim.com) – Candi Brahu merupakan situs candi yang bersejarah dan memiliki signifikansi budaya di Jawa Timur, khususnya di daerah Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Berikut adalah beberapa informasi penting mengenai Candi Brahu:
1. Lokasi
Candi Brahu terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Situs ini berada di sekitar Jalan Raya Mojokerto-Jombang.
2. Sejarah
Candi Brahu diperkirakan memiliki usia yang lebih tua daripada candi-candi lain di sekitar Trowulan. Situs ini memiliki hubungan dengan sejarah Kerajaan Majapahit. Di dekat Candi Brahu, ditemukan prasasti tembaga Alasantan yang dibuat pada tahun 861 Saka (939 M) atas perintah Raja Mpu Sindok dari Kerajaan Kahuripan.
Baca Juga: Tiket Masuk Museum dan Galeri SBY-Ani Rp 25 Ribu untuk Warga Pacitan
Fungsi Candi Brahu diduga sebagai tempat pembakaran jenazah raja-raja Brawijaya, meskipun saat ini tidak ditemukan bekas abu atau mayat di dalamnya.
3. Fungsi Awal dan Arsitektur
Meskipun awalnya diduga berfungsi sebagai tempat pembakaran jenazah, tidak ada bukti yang memperlihatkan bekas abu atau mayat di dalamnya. Dari hasil penelitian dan penemuan benda-benda kuno di sekitar candi, diperkirakan Candi Brahu memiliki pengaruh agama Buddha.
Walau tidak ada arca Buddha, gaya bangunan dan profil alas stupa di sisi tenggara mengindikasikan pengaruh agama Buddha. Candi Brahu memiliki bentuk bangunan dua lapis yang diperkirakan terhubung dengan tangga.
4. Struktur dan Pemugaran
Candi Brahu memiliki dasar persegi panjang dengan ukuran sekitar 18 x 22,5 meter. Tinggi candi yang masih tersisa adalah sekitar 20 meter. Candi ini terbuat dari batu bata merah yang umum digunakan pada bangunan purbakala di Trowulan.
Baca Juga: Puncak Klasemen Jadi Target Madura United Hadapi Persikabo
Meskipun tidak memiliki relief atau ukiran pada tubuh dan atap, susunan bata pada berbagai bagian candi membentuk pola geometris dan lekukan yang indah.
5. Candi Sekitar
Di sekitar Candi Brahu, terdapat beberapa candi lain seperti Candi Muteran, Candi Tengah, Candi Gedong, dan Candi Gentong. Beberapa di antaranya saat ini tidak lagi terlihat dengan jelas.
6. Pemugaran
Proses pemugaran Candi Brahu dimulai pada tahun 1990 dan selesai pada tahun 1995. Pemugaran ini bertujuan untuk melestarikan dan menjaga situs bersejarah ini agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Candi Brahu memiliki signifikansi penting dalam konteks sejarah dan budaya Jawa Timur, khususnya dalam mengungkapkan hubungan dengan Kerajaan Majapahit. Pemugaran dan pelestariannya membantu melestarikan warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Indonesia. (fyi/ian)






