Surabaya (beritajatim.com) – Setahun lalu vaksin Merah Putih karya para ilmuwan dari Universitas Airlangga (Unair) resmi berganti nama menjadi vaksin Inavac. Nama itu diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, tepat pada Peringatan HUT ke-77 RI.
Saat itu, Inavac telah menyelesaikan uji cobanya pada akhir September 2022, sekaligus mendapatkan izin penggunaan darurat sesuai standard internasional oleh otoritas Food and Drug Administration (FDA).
Inavac sendiri diprediksi akan mampu memberikan efikasi dengan persentase tinggi melawan berbagai varian Covid-19 di Indonesia. Sehingga, masyarakat diminta agar tak khawatir karena efikasi vaksin Inavac tak kalah saing dengan vaksin dari negara lain.
Namun perjalanan Inavac untuk bisa sampai titik ‘diakui’ tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rangkaian yang harus dilalui, misalnya saja seperti pelaksanaan uji klinis.
Saat itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yakin jika vaksin Inavac dapat menyelesaikan dengan mulus seluruh rangkaian uji klinisnya. Ditambah lagi, saat itu kelengkapan vaksin Merah Putih beserta administrasinya juga sudah terpenuhi.
Bahkan, seluruh tim juga sudah menemui pabrik untuk membuat obat yang baik atau Cara Pembuatan Obat Baik (CPOB). Direncanakan, pada uji kilinis pertamanya, ada puluhan relawan usia 18 tahun ke atas yang disuntik lewat screening ketat.
Tibalah saatnya, pada 9 Februari 2022, Inavac yang saat itu masih bernama Merah Putih akhirnya memulai uji klinis pertamanya. Uji klinis dimulai pada 9 Februari hingga 8 Maret 2022 di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.
Ketika itu vaksin Merah Putih sudah mendapatkan izin dari BPOM RI. Pada uji klinis pertamanya, ada sekitar 90 orang subjek penelitian yang disuntik menggunakan vaksin Merah Putih. Mereka disuntik sebanyak dua dosis dengan interval waktu 28 hari.
BACA JUGA:
Vaksin InaVac Unair Kembali Diproduksi 20 Juta Dosis
Setelah sukses melalui uji coba pertama, kemudian uji klinis fase kedua vaksin Merah Putih kembali dijadwalkan pada 11 Maret 2022 hingga 11 April 2023. Lalu untuk uji klinis ketiga baru dijadwalkan setelah lolos fase kedua kepada 5 ribu orang.
Optimisme dari Unair, Gubernur Khofifah dan berbagai pihak itu pun terbukti. Hasilnya, pada akhir September 2022 lalu, vaksin Merah Putih berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian uji klinisnya, dan resmi mengubah namanya menjadi Inavac.
Nah, setahun pasca perubahan nama menjadi Inavac itu, tepat pada Peringatan HUT ke-78 RI, vaksin buatan Unair yang dikembangkan bersama PT Biotis Pharmaceuticals itu kini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat umum.
Kemarin, tanggal 17 Agustus 2023, untuk pertama kalinya penyuntikan Inavac diberikan kepada masyarakat secara umum. Bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.
BACA JUGA:
Jokowi Beri Nama Inavac Untuk Vaksin Covid-19 Merah Putih Buatan Unair
Ada makna khusus dari pemberian Inavac itu. Dikatakan Rektor Unair Prof Mohammad Nasih, bahwa perayaan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk menjaga kebangkitan ekonomi Indonesia. Karena itulah, pihaknya berinisiatif memberikan vaksinasi Inavac kepada masyarakat secara gratis.
“Jika ada tantangan apapun, aktivitas dan ekonomi masyarakat harus bisa berjalan. Unair berinisiatif meningkatkan capaian vaksin bisa lebih banyak lagi, sehingga ketahanan masyarakat bisa tetap terjaga,” kata Prof Nasih.
Saat ini, vaksin inavac masih diperuntukkan bagi usia 18 tahun ke atas. Sebab, vaksin buatan Unair ini juga masih dilakukan uji klinis tahap ketiga sebelum disuntikkan kepada anak-anak dan remaja.
Dikatakan Prof Nasih, Unair juga siap memenuhi permintaan masyarakat terkait stok vaksin yang dibutuhkan. Berapapun kebutuhannya, pihaknya akan menyiapkan stok vaksin inavac tersebut.
“Kita ingin masyarakat punya ketahanan imun yang bagus,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Unair Buka Layanan Vaksin Inavac Gratis di HUT ke-78 RI
Sementara itu, jauh sebelum Inavac resmi disuntikkan kepada masyarakat umum, Menteri Kesehatan Budi Gunadi berharap ke depan vaksin Inavac bisa dipergunakan untuk booster dan vaksin anak usia 3 tahun ke atas. Mengingat masih sedikit vaksin yang lolos uji klinis untuk anak-anak.
Di sisi lain, ia juga menyebut bahwa ini juga menjadi potensi besar bagi Indonesia. Bahkan, Presiden Jokowi berharap nantinya Inavac bisa dipakai vaksin donasi internasional. Utamanya bagi negara-negara muslim yang kesulitan mendapatkan vaksin dikarenakan status halal. [ipl/but]






