Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa yang terbabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tuban menggelar aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban berbuntut panjang.
Awal mula aksi tersebut yakni tujuannya dengan memberikan raport merah Kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky pada selasa (16/08), namun, aksi tersebut tidak ditemui oleh Bupati Tuban sehingga massa aksi berlanjut ke gedung DPRD Tuban.
Ketua PMII Cabang Tuban Abid Arrohman mengatakan, aksi di Pemkab Tuban berlangsung aman dan damai, namun saat dilanjutkan di gedung DPRD Tuban diwarnai kericuhan oleh aparat Kepolisian.
Baca Juga: Mahasiswa Untag Surabaya Rancang Kawasan Wisata Tahan Tsunami
“Kami ini menyampaikan aspirasi tapi malah dihadang oleh aparat dan melakukan kekerasan,” ucap Abid Arrohman.
Karena aksi saling dorong tersebut berujung bersitegang dan diduga terjadi kekerasan serta pelecehan yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap massa aksi.
“Kawan kita mengalami kekerasan oleh aparat kepolisian, tidak hanya didorong, tapi diseret dan ada juga yang mengalami pelecehan,” terang Abid Arrohman.
Ia juga sangat menyayangkan sikap anggota Kepolisian terhadap aksi masa pergerakan mahasiswa, menurutnya Kepolisian harus memberikan perlindungan, bukan malah bertindak represif.
Baca Juga: Puluhan Kursi Jabatan di Lingkungan Pemkab Sampang Diisi Plt
sementara itu, salah satu massa aksi seorang perempuan berinisial F mengaku telah mengalami tindak pelecehan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian, hingga membuat dirinya menangis.
“Saya gak bisa tahan nangis, kalau diseret – seret ya tidak apa tapi jangan dipegang bagian sensitif saya,” ujar F.
Tak hanya itu, F mengungkapkan bahwa dirinya diseret, lalu bajunya terbuka terlihat bagian tubuhnya dan jilbab yang dipakainya terlepas. “Jelas – jelas dia polisi seorang laki – laki kenapa memegang bagian terlarang saya menggunakan telapak tangannya,” tanya si F.
Baca Juga: Deputi BNPT Jadi Inspektur Upacara di Ponpes Al Jahra Magetan, Ini Agendanya
Kemudian, salah satu aksi massa yang lain juga mengaku bahwa diseret dan ditendang oleh aparat hingga mengalami luka. “Saya akan melakukan visum agar bisa dibuat bukti,” paparnya.
Akibat kejadian itu, Kapolres Tuban AKBP Suryono menanggapi kejadian tersebut akibat senggolan yang aslinya terjatuh dan wajar saat melakukan demo.
“Kalau dorongan itu kan wajar ya karena akan timbul aksi yang tidak sesuai ketentuan,” tutur AKBP Suryono.
Namun, pihaknya menegaskan apabila terdapat aksi kekerasan dan dapat dibuktikan maka pihaknya akan melakukan tindak lanjut. “Jika dia mau melaporkan ya silakan,” pungkasnya. [Ayu/ian]
![Diduga Alami Kekerasan, Demo PMII Tuban Berbuntut Panjang Tangkapan layar video saat mahasiswa ricuh dengan aparat. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/demo-pmii.jpg)





