Blitar (beritajatim.com) – Battle sound yang akhir-akhir ini dilarang ternyata memiliki sejarah panjang. Adu sound system ini ternyata berasal dari Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar Banyuwangi.
Di Desa Sumbersewu adu sound system sudah menjadi tradisi turun temurun yang telah ada sejak beberapa tahun lalu. Kegiatan battle sound ini selalu digelar pada sore hari menjelang takbiran Idul Adha.
Sound system yang digunakan pun mayoritas merupakan sewaan dari wilayah Blitar. Sound system dari Blitar dipilih, karena sejak dulu telah terkenal akan kualitasnya.
“Jadi setahu saya sejarahnya dari yang pertama itu di Sumbersewu Banyuwangi, itu setiap mau lebaran digelar,” ungkap Muntaha, Youtuber sound horeg.
Dalam cerita yang berkembang, adu sound system ini muncul atas permintaan warga yang telah menyewa sound audio dari beberapa daerah termasuk Blitar. Adu sound pun digelar dengan sistem one on one atau satu berhadapan satu.
BACA JUGA:
Ramai Larangan Battle Sound, Ternyata Rajanya Ada di Blitar
Setiap satu sound system akan diadu dengan satu sound system yang lain. Dalam battle sound ini panitia tidak memberikan gelar juara. Adu sound system ini sengaja digelar hanya untuk mencari kepuasan panitia dan warga yang telah menyewa puluhan juta rupiah untuk sound system idolanya.
“Tidak ada kategori pemenang, kalau dulu karena kan itu cuma buat cari kepuasan saja karena mereka kan telah mahal-mahal menyewa,” ceritanya.
Kini tradisi adu sound system telah berkembang ke sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur, mulai dari Malang selatan hingga Kediri. Para pecinta battle sound ini pun juga terus tambah setiap tahunnya.
Kelompok sound system pun juga terus meningkat jumlahnya setiap tahun. Bagi masyarakat terutama yang ada di pedesaan battle sound merupakan hiburan yang selalu dinanti saat Idul Fitri atau pada momen hari kemerdekaan.
Tidak khayal masyarakat pun rela mergoh kocek hingga puluhan juta rupiah demi bisa menghadirkan sound system yang mereka idolakan.
BACA JUGA:
Polisi Selidiki 6 Kegiatan di Jember, Mulai dari Unjuk Rasa, Lomba Burung, Sampai Battle Sound
“Kalau saat ini yang banyak battle sound itu wilayah Malang Selatan seperti Kalipare, Balekambang, hingga Pagak,” ujar Muntaha.
Meski dinamakan adu sound system namun dalam kegiatan ini tidak ada juara yang disematkan untuk satu kelompok saja. Battle sound system tak ubahnya hanya sebuah ajang untuk menguji kualitas dari satu kelompok sound system dengan yang lain. [owi/beq]






