Surabaya (beritajatim.com) – Di balik berlabuhnya dukungan Golkar dan PAN kepada Capres Prabowo Subianto disebut ada peran Presiden Joko Widodo. Sudah ada pembicaraan di balik keputusan itu.
“Saya kira, kemungkinan telah ada pembicaraan yang melibatkan peran Pak Jokowi di balik keputusan itu,” kata Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo, ditulis Senin (14/8/2023).
Merujuk Pemilu 2019, koalisi Gerindra, Golkar, PKB dan PAN menjadi koalisi terbesar pada Pilpres 2024. Jika digabung, perolehan suaranya mencapai 41,41 persen. Itu belum termasuk dari PSI, 1,89 persen.
“Dibanding koalisi yang memajukan Capres Anies dan PDIP yang menjagokan Ganjar Pranowo, ini koalisi paling besar. Artinya, posisi Pak Prabowo akan semakin menguat,” kata Suko.
Di sisi lain, Suko menilai bergabungnya Golkar dan PAN ini karena pemimpin partai menginginkan kepastian menang dengan hanya satu putaran. “Karena itu, mereka bersepakat dan mencari alternatif dari pihak luar,” katanya.
Sementara terkait cawapres yang bakal mendampingi Prabowo nantinya, Suko menilai jika sosok itu bisa jadi bukan dari parpol koalisi. Pasalnya, nama-nama ketua umum dari partai pendukung itu belum memiliki elektabilitas yang cukup memadai.
Seperti diketahui, Golkar dan PAN telah bergabung untuk memberikan dukungannya kepada Prabowo dalam Pilpres 2024 mendatang. Saat ini, Gerindra bermitra dengan PKB dan PBB dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. [ipl]
BACA JUGA: Golkar Dukung Prabowo, Sarmuji: Untuk Cawapres Nanti Dirembug






