Jombang (beritajatim.com) – Suasana di lapangan Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu malam (13/8/2023) berubah menjadi panggung megah. Ribuan santri tumpah ruah lapangan itu.
Wali Band, dengan jajaran personel Faank (vokal), Apoy (gitar), Ovie (keyboard), dan Tomi (drum), menciptakan momen tak terlupakan. Kehadiran Wali Band tidak hanya sekadar pertunjukan, melainkan sebuah pengalaman mengasyikkan bagi para santri yang menyaksikan konser tersebut. Saat kemeriahan acara memuncak, ribuan pasang mata terpaku pada panggung yang dipenuhi empat figur berbakat ini.
Suaranya menggelegar di malam itu, Faank, vokalis Wali Band, mengawali penampilan dengan membawa lagu ‘Mari Salawat’. Cahaya lampu panggung yang berkedip-kedip mengiringi langkahnya. Dalam sorotan tersebut, vokalis ini memancarkan suara merdu yang langsung meraih perhatian semua yang hadir. Dan tanpa aba-aba, para penonton, seperti dihipnotis, bergabung menyanyikan lirik-lirik lagu tersebut.
Tidak hanya menyanyi, Faank juga menggerakkan emosi para penonton melalui lagu-lagu lainnya, termasuk “Cari Berkah”. Santri-santri yang hadir tak kuasa untuk berdiam diri. Mereka berjingkrak seiring irama dan syair yang dilantunkan dengan penuh semangat.
BACA JUGA:
Mesin Waktu di Atas Tebing pada Sebuah Akhir Pekan di Jember
Persembahan Apoy, gitaris Wali Band, juga memukau mata dan telinga. Penampilannya yang energetik, mencabik senar gitarnya dengan penuh gairah, menambah keasyikan penonton. Apoy bahkan terlihat akrab dengan dua gitar yang dimainkannya secara bergantian.
Interaksi antara personel band ini menghadirkan kekompakan yang memukau. Dari satu lagu ke lagu lainnya, suasana tetap meriah, dan penonton yang semula berada di kejauhan merangsek mendekat.
Untuk memberikan nuansa yang lebih akrab, Faank dengan lihai membangun dialog dengan penonton. Bahkan, ia memanggil dua santri untuk naik ke panggung. Saat momen tersebut tiba, suasana semakin hangat. Dua santri tersebut diberi kesempatan untuk bertanya kepada personel Wali Band yang juga merupakan alumni pesantren.

Rohmatulloh, salah satu santri yang berani naik panggung, mengajukan pertanyaan menarik kepada Apoy. Ia bertanya mengapa para personel Wali Band, yang juga pernah belajar di pesantren, memutuskan menjadi musisi. Apoy menjawab dengan bijak, mengingat pesan yang pernah diterimanya dari kiai pesantrennya.
“Kami berdua, saya dan Kang Faank, dulu belajar di Pesantren Latanza Banten selama enam tahun. Saat itu, Pak Kiai memberi kami pemahaman bahwa santri tidak hanya boleh menjadi ustaz. Santri juga bisa menjadi dokter, insinyur, pilot, penyanyi, bahkan presiden. Kami memilih jalan menjadi penyanyi (musisi). Yang terpenting bisa mewarnai, bukan diwarnai,” ungkap Apoy di atas panggung.
Malam semakin dalam, tetapi semangat tidak surut. Wali Band terus memukau dengan lagu-lagu andalan yang menggetarkan panggung. Penonton yang semula hanya menari dan bergoyang, kini ikut menyanyi bersama.
BACA JUGA:
Konser Musik Dekat IGD, Direktur RSUD Bangil Dipanggil DPRD Kabupaten Pasuruan
Penampilan luar biasa ini merupakan menjadi puncak dari “Silaturahmi Nasional Santri Vokasi 2023 dan Rakornas BLK Komunitas 2023”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI selama dua hari (12-13 Agustus 2023). Selain dari para santri, acara ini juga dihadiri oleh para pengelola Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) se-Indonesia.
Tidak hanya itu, para tamu kehormatan juga turut hadir untuk menyaksikan penampilan Wali Band. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), serta sejumlah kiai pesantren turut meramaikan acara ini.
Malam semakin larut, dan akhirnya, penampilan Wali Band ditutup dengan lagu ‘Cari Jodoh’. Kehebohan tidak surut, memberikan hiburan tak terlupakan bagi santri Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. [suf]






