Ponorogo (beritajatim.com) – Pondok Modern Darussalam Gontor sering disingkat PMDG atau Pondok Gontor sebentar lagi akan genap berusia 100 tahun. Logo resmi peringatan 100 tahun berdirinya pondok yang berada di Kecamatan Mlarak pun sudah dirilis beberapa hari lalu. Dengan usia yang akan memasuki 3 digit itu, Pondok Gontor tumbuh sebagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia, yang memiliki sejarah panjang dan prestasi yang gemilang.
Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan oleh Trimurti pada tahun 1926. Tepatnya pada tanggal 20 September 1926, atau bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1345, dalam peringatan Maulid Nabi. Trimurti yang dimaksud ialah KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fannanie dan KH. Imam Zarkasyi. Ketiganya merupakan anak dari Kyai Santoso Anom Besari, yang masih memiliki hubungan dengan Pondok Tegalsari.
Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor pun sudah wafat. Tidak seperti pondok pesantren lainnya, tongkat estafet pimpinan pondok pasca Trimurti wafat, pimpinan pondok ditentukan oleh badan wakaf PMDG. Beberapa pimpinan Pondok Gontor sudah silih berganti. Hingga saat ini, tongkat estafet untuk mengembangkan pondok diamankan kepada KH. Hasan Abdullah Sahal, KH M. Akrim Mariyat, dan KH. Amal Fethullah Zarkasyi.
Dalam langkah menuju 100 tahun berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor, pondok yang sudah memiliki 19 cabang yang tersebar di Indonesia itu, telah menjadi salah satu pusat pendidikan Islam modern terkemuka di negeri ini. Pondok Gontor menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam pertama yang menggabungkan kurikulum agama dan umum secara terintegrasi.
BACA JUGA:
Logo 100 Tahun Gontor, Spirit Perjuangan Membangun Peradaban
Sistem pembelajaran itu bernama Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Sistem pembelajaran KMI ini, program pendidikan yang diselenggarakan selama 6 tahun, setingkat dengan jenjang pendidikan menengah. Dengan sistem pembelajaran itu, para santri tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, namun juga memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan dalam dunia modern. Pembelajaran bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta berbagai disiplin ilmu pengetahuan menjadi ciri khas pendidikan di Gontor.
Sehingga tidak terlalu berlebihan jika Pondok Gontor telah memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan Islam di Indonesia. Tak ayal, banyak alumni PMDG yang telah berkiprah dalam berbagai bidang kemasyarakatan bahkan ditingkat nasional. Dengan fokus pada pendidikan agama dan umum yang terintegrasi, Gontor terus berperan sebagai pusat pembentukan karakter dan intelektualitas bagi generasi muslim Indonesia.
“Kalau kamu merasa berhutang budi pada pondok dan ingin membalas budi, cukuplah menjadi orang yang berguna di masyarakat. Keberadaanmu yang bermanfaat bagi masyarakat sudah merupakan bantuan besarmu kepada pondok,” pesan KH. Imam Zarkasyi yang dikutip dari buku Wardun edisi Vol. 76 Sya’ban 1444 hijriah/2023. [end/suf]






