Sleman (beritajatim.com) – DIY darurat sampah masih terus terjadi. Gundukan sampah di beberapa ruas jalan terus saja masih ada dan bertambah banyak.
Sebagai solusi sementara akibat TPS Piyungan yang merupakan TPS bersama penduduk Kota Yogya, Sleman dan Bantul overload volume maka di Kabupaten Sleman dibangun TPS sementara yang berada di kawasan Kebon Tamanmartani Sleman DIY. Keberadaan TPS Sementara ini mulai beroperasi sejak 7 Juli lalu dan saat ini terhitung sudah hampir satu pekan beroperasi.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturkan penampungan Sampah Sementara di Tamanmartani telah didesain untuk mengantisipasi polusi sampah. Adapun wujud antisipasi di antarannya lahan dibuat berbentuk kolam berkedalaman 1,5 m dengan sudut kemiringan ke selatan untuk mengalirkan lindi (cairan sampah) ke arah selatan untuk dialirkan ke bak penampung.
“Setelah terkumpul air lindi disedot untuk diolah atau dibuat ecolindi. Seluruh kolam hingga tanggul dilapisi geomembran. Adapun setiap sampah yang dibuang disemprot dengan ecolindi untuk mencegah bau dan lalat kemudian ditutup dengan geomembran untuk mencegah air hujan membasahi sampah,” urai Kustini, Jumat (11/8/2023).
Dijelaskannya setiap 1.5 bulan beroperasi sampah akan dibawa ke TPS Piyungan lagi atau dipilah dan digiling untuk menjadi pupuk bagi sampah anorganik.
BACA JUGA:
Yogyakarta Darurat Sampah, Pemkab Bantul Bikin Terobosan Baru
Ditanya mengenai daya tampung TPS Sementara ini sebesar 1500 ton atau sekitar 3750 meter kubik. Sampah masuk setiap hari kurang lebih 50 ton.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menambahkan selain imbauan mengurangi sampah, warga Sleman juga diminta membuat lubang biopori atau jugangan untuk menimbuh sampah organik dan mengurangi kemasan sekali pakai dalam berbelanja dengan membawa kantong belanja dari rumah.
BACA JUGA:
Terobosan Kodim Lamongan Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block
“Pembatasan sampah yang masuk ke TPSS sebesar 50 ton per hari adalah hasil kesepakatan dengan warga sekitar dengan tujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pengangkut sampah di wilayah pemukiman yang berdekatan dengan TPS Sementara tersebut,” jelasnya.
Sementara itu kampanye pemilahan sampah di Sleman terus digalakkan. Salah satunya dengan Program Gerakan Depok Memilah Sampah (Gede Lampah) yang diinisiasi oleh Kecamatan Depok Sleman. [aje/beq]






