Magetan (beritajatim.com) – Kelurahan Bulukerto Kecamatan/Kabupaten Magetan bikin inovasi. Anak-anak di kelurahan tersebut diajak belajar tiga bahasa sekaligus. Pembelajaran ini gratis dan bakal dilaksanakan di beberapa lokasi outdoor.
Lurah Bulukerto Widya Yusti Atlisiaji mengatakan, embrio kampung bahasa di Bulukerto sudah terlihat. Beberapa bulan dia bertugas di Bulukerto, dia ingin langsung mewujudkan dan mengajak anak-anak untuk belajar.
Mereka bakal diberikan mata pelajaran bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Lokasinya menyesuaikan seperti di Hutan Kota Nrangkusumo hingga ruang kelas SDN Bulukerto 2.
“Sejak saya bertugas, embrionya sudah ada. Sebelumnya belum ada kegiatan. Akhirnya kami ada ide bikin kampung bahasa, sifatnya gratis. Khususnya untuk pengembangan skill berbahasa untuk anak-anak,” kata Widya pada beritajatim.com, Kamis (10/8/2023).
Pemebelajaran bakal dilaksanakan 2 kali dalam seminggu. Kemudian masing-masing mata pelajaran berdurasi satu jam. Widya ingin konsep pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga, salah satu pemilihan lokasinya di Hutan Kota Nrangkusumo.
“Kampung bahasa ini tidak hanya untuk warga Bulukerto saja, siapapun bisa belajar bahasa disini. Kami juga memberikan pelajaran dasar kepada pelaku UMKM dan warga sekitar agar terbiasa dan terus belajar agar semakin lancar dalam berbicara dalam bahasa tersebut. Dalam pembelajaran ini 74% praktek dengan 26% teori,” lanjut Widya.
“Jadi ini memang murni untuk kemanusiaan. Kami berharap pelaksanaannya jadi lancar. Kami sudah melaunching Kampung Bahasa dan Kampung Kulinerini dengan Bapak Bupati Magetan Suprawoto, pada Rabu (9/8/2023),” kata Widya.
Bupati Magetan Suprawoto mendukung upaya itu. Pun, hal itu jadi ekosistem yang baik di Magetan, utamanya Kelurahan Bukukerto. “Dengan adanya kampung bahasa ini membuat anak tidak banyak bermain gadget dirumah, bisa kta arahkan dengan kegiatan yang lebih berguna seperti belajar bahasa asing, sehingga anak kita punya wawasan yang luas.”
Menurutnya, anak-anak bisa mendapatkan bekal sejak dini. Utamanya bagi yang ingin lanjut belajar di luar negeri dengan bekal bahasa asing. “Tolong dirawat dengan baik dan utamakan dulu masyarakat Bulukerto, suatu saat pasti nanti bakal banyak daerah lain kesini untuk belajar dan mungkin mengikuti untuk diterapkan di daerahnya,”pungkasnya. [fiq/kun]
BACA JUGA: Petani di Magetan Alih Pekerjaan Jadi Pencari Batu Sungai






