Sampang (beritajatim.com) – Rencana droping air bersih kepada 62 Desa di Kabupaten Sampang, yang mengalami bencana kekeringan tahun ini belum ada kejelasan. Pasalnya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, belum mendapatkan informasi atau petunjuk teknis pendistribusian air bersih dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat, H. Imam juga mengakui bahwa pihaknya sampai saat ini masih menunggu informasi BPBD Provinsi Jawa Timur.
“Sudah kami ajukan dan kami belum bisa memperkirakan waktunya,” ujarnya, Selasa (8/8/2023).
Terpisah, menurut Supri bagian hubungan langganan (Hublang) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo, mengaku telah mengkonfirmasi kepada BPBD Sampang, namun jawabannya juga sama, yakni belum ada petunjuk dari BPBD provinsi.
“Jadi kami masih menunggu, sedangkan sebagian permohonan sudah ada yang masuk,” kata Supri.
Baca Juga: Polres Situbondo dan BPBD Jatim Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Meski demikian pihaknya sudah mempersiapkan dua armada mobil tangki untuk pendistribusian air bersih kepada desa yang mengalami bencana kekeringan yang tersebar di Kabupaten Sampang.
“Sampai Agustus ini belum ada informasi lanjutan dari pihak BPBD. Padahal, bulan ini merupakan puncak dari kekeringan,” tandasnya.[sar/ted]






