Banyuwangi (beritajatim.com) – Bangunan komplek bersejarah Inggrisan di sebelah barat Taman Blambangan, Banyuwangi bakal dipugar. Komplek tersebut akan menjadi kawasan destinasi wisata.
Hal itu diungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai mendapatkan dukungan dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman. Saat berkunjung ke Banyuwangi, Perwira Tinggi (Pati) TNI AD itu menyatakan siap mendukung Komplek Inggrisan untuk pengembangan wisata Banyuwangi.
“Saat berkunjung di Pendopo Banyuwangi, Jenderal Dudung memuji perkembangan pariwisata kita, dan menyatakan siap mendukung penuh pengembangan wisata Banyuwangi. Beliau setuju bangunan Inggrisan yang sangat bersejarah dijadikan wisata heritage,” ungkap Ipuk.
Kondisi itu, kata Ipuk, menambah gairah wisata di daerahnya. Terlebih, dapat mendorong cepatnya pertumbuhan wisata di Banyuwangi.
“Terima kasih atas dukungan Jenderal Dudung. Jika kompleks Inggrisan ini dapat dikelola secara maksimal, tentu saja akan memberikan dampak signifikan dalam pengembangan wisata berbasis sejarah di Banyuwangi,” terang Ipuk.
BACA JUGA:
Unesa Dampingi Guru SD Inklusif Banyuwangi dalam Pemanfaaatan Pustakanesa
Dalam kunjungannya beberapa hari lalu di Banyuwangi, KASAD bercerita banyak mengenai Bumi Blambangan. Bahkan, ada saudara yang sempat berbisik padanya.
“Saya banyak mendengar dan cukup mengikuti perkembangan Banyuwangi. Kebetulan paman saya, Mayjen Suwarno Adiwijoyo, tinggal di sini dan banyak bercerita,” ungkap KASAD saat makan malam di Pendopo Shaba Swagata Blambangan.
Jenderal Dudung juga berkisah tentang sektor pariwisata. Terutama mengenai suksesnya Banyuwangi mengembangkan destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Sehingga, kata Dudung, tak ada salahnya jika Banyuwangi berkeinginan untuk mengembangkan komplek Inggrisan sebagai wisata sejarah.
BACA JUGA:
Gotong Royong Jadi Cara Turunkan Angka Stunting di Banyuwangi
“Kami mendukung Banyuwangi agar Inggrisan untuk pengembangan wisata sejarah. Ini [Inggrisan] segera dikosongi dan dikembangkan jadi destinasi wisata,” ujar jenderal kelahiran Bandung, 19 November 1965 itu.
Jenderal Dudung menyebutkan dalam waktu dekat akan segera kembali ke Banyuwangi. “Kami ingin pastikan ini segera terwujud,” imbuhnya.
Gedung Inggrisan dibangun pada tahun 1889. Bangunan yang menjadi cagar budaya itu, merupakan kantor dagang Inggris yang didirikan oleh British East India Company (BEIC). Di gedung tersebut juga terjejak bekas kabel telegram yang menghubungkan Banyuwangi dengan Kota Broome di Australia. Kabel ini terkoneksi hingga ke Eropa dan Afrika. [rin/beq]






