Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep mengusulkan pembangunan instalasi ‘washing plant’ garam di Sumenep kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Instalasi tersebut diperlukan meningkatkan harga jual garam rakyat.
Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno mengatakan, dengan instalasi ‘washing plant’ atau alat pencuci garam, kualitas garam rakyat bisa ditingkatkan. Sehingga mendongkrak nilai jual.
“Garam rakyat kalau diolah dengan ‘washing plant’ ini kadar NaCl-nya akan meningkat hingga 97 persen. Selain itu warnanya lebih putih. Otomatis harga jualnya akan beda. Pasti jauh lebih mahal,” katanya, Sabtu (5/8/2023).
Ia mengungkapkan, saat ini harga garam rakyat mulai anjlok. Sejak bulan lalu, harga garam rakyat di kisaran Rp2.700 per kg. Anjloknya harga garam karena mulai masuk masa panen raya.
“Kalau awalnya saat masih sedikit yang panen, harga garam rakyat bisa mencapai lebih dari Rp5.000 per kg untuk kualitas 1. Sekarang karena mulai banyak yang panen, stok melimpah, sehingga harga anjlok,” ujarnya.
BACA JUGA:
Angkut Ratusan Bal Rokok Tanpa Pita Cukai, Warga Sumenep Dijebloskan ke Penjara
Karena itulah, Agus melanjutkan, perlu adanya instalasi ‘washing plant’ di Sumenep untuk menambah nilai ekonomi garam rakyat. Pihaknya mengaku telah melayangkan surat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengajukan permohonan agar bisa dibangun ‘washing plant’ di Sumenep melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Kabupaten Sumenep ini merupakan salah satu daerah penghasil garam terbesar, dengan luas lahan garam yang paling luas. Jadi menurut kami, sangat wajar apabila KKP membangun instalasi ‘washing plant’ di Sumenep,” ucapnya.
Garam rakyat di Kabupaten Sumenep diproduksi pada lahan seluas 1617,74 hektare yang tersebar di 10 kecamatan, baik daratan maupun kepulauan.
BACA JUGA:
Cuaca Mendukung, Sumenep Target Produksi Garam Rakyat 156 Ribu Ton Lebih
Kecamatan penghasil garam rakyat tersebut adalah Kecamatan, Gapura, Kalianget, Saronggi, Pragaan, Gili Genting, Talango, Raas, Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.
Tahun 2023, produksi garam rakyat Sumenep ditargetkan mencapai 156.696,98 ton. Tahun 2022, produksi garam rakyat selama setahun hanya 49.143,17 ton. Jumlah produksi tersebut sangat rendah karena tahun lalu terjadi kemarau basah. [tem/beq]






