Lamongan (beritajatim.com) – Aksi penolakan terhadap Rocky Gerung tak hanya dilakukan oleh puluhan massa di Jombang. Aksi serupa juga dilakukan oleh Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Lamongan.
Ketua PC GP Ansor Lamongan, Muhammad Mukhlisin mengatakan bahwa penolakan Ansor Lamongan ini dilakukan lantaran adanya gerakan people power yang didengungkan oleh Rocky Gerung.
Menurut Mukhlisin, gerakan people power itu bisa memprovokasi masyarakat untuk melakukan hal-hal yang dianggap menyimpang. Sehingga, sambung Mukhlisin, Ansor Lamongan tergerak untuk melakukan penolakan terhadap gerakan itu.
“Kami menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Rocky Gerung telah berlebihan dan bisa merusak martabat bangsa ini. Untuk itu, kami menyuarakan penolakan terhadap Rocky Gerung dan gerakan people power yang didengungkannya,” kata Mukhlisin, Selasa (1/8/2023).
BACA JUGA:
Rocky Gerung Bicara Martabat Presiden di Depan Ratusan Mahasiswa Jombang
Tak hanya itu, Mukhlisin juga memandang bahwa kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Rocky Gerung itu sangat emosional, telah merendahkan dan menghina Presiden Jokowi. Kalimat-kalimat itu, sebut Mukhlisin, membuat bangsa ini menjadi gaduh.
“Mengkritik dan menghina itu jauh beda. Presiden Jokowi telah banyak berjasa bagi bangsa ini, sehingga sangat tak pantas beliau mendapat kalimat sentimen dan hinaan dari Rocky Gerung, yang sudah mencemooh Presiden Jokowi sebagai seorang Bajingan yang Tolol,” tandasnya.
BACA JUGA:
Belasan Orang Demo Tolak Kedatangan Rocky Gerung di Jombang
Lebih lanjut, Mukhlisin menuturkan bahwa sehendaknya kritik dan argumen itu disampaikan dengan bijak dan santun. Dengan demikian, kritik itu juga akan mengedukasi masyarakat dan generasi penerus.
“Keputusan dan tindakan yang dilakukan Pemerintah itu boleh dikritik, ditanggapi atau dikomentari, sepanjang sesuai dengan etika, bukan karena iri, benci dan alasan-alasan tercela lainnya,” bebernya.
“Dalam iklim demokrasi, kritik itu suatu hal yang wajar. Tapi alangkah baiknya jika kritik dan argumen itu disampaikan secara santun, sekaligus menawarkan cara pandang lain. Sehingga baik bagi perkembangan demokrasi ini,” imbuhnya. [riq/beq]






