Bojonegoro (beritajatim.com) – Modus penipu dalam menjalankan aksinya cukup beragam. Belakangan, nama Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah turut dicatut.
Modusnya, pelaku yang mengatasnamakan Rohim mengirimkan pesan kepada calon korban. Kemudian mengaku sebagai asisten sekda dan akan memberikan bantuan pembangunan masjid.
“Niat dan tujuan saya menghubungi bapak hanya ingin menyampaikan amanah dari beliau. Yaitu beliau ingin berdonasi untuk pembangunan atau keperluan mushola,” begitu pesan yang dikirimkan kepada calon korbannya.
BACA JUGA:
Keluarga Korban Kecelakaan di TGP Banjarejo Bojonegoro Tuntut Keadilan
Setelah pesan tersebut mendapat respon, pelaku dilanjut meminta nomor rekening sesuai lembaga yang akan menerima bantuan.
Tidak tanggung-tanggung, selama dua hari ada sekitar 46 calon korban yang dihubungi.
BACA JUGA:
Kebakaran Lahap 5 Rumah di Bojonegoro, Pemilik Berhasil Selamat
“Dua hari ini saya sudah dapat informasi dari sekitar 46 pengurus masjid/musola yang mendapat pesan serupa. Mohon diabaikan,” pesan Sekda Bojonegoro Nurul Azizah seperti yang dipakai dalam story WhatsApp pribadinya.
Dari proses komunikasi lewat aplikasi WhatsApp itu, pelaku yang menggunakan nomor telepon 08565560735 itu kemudian mengirim bukti transfer. Sementara, bukti transfer yang dikirim tersebut tidak benar. [lus/beq]






