Banyuwangi (beritajatim.com) – Kenyataan sulit harus dialami oleh sejumlah warga di Banyuwangi lantaran susahnya mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Pasokan gas melon di sejumlah wilayah kecamatan ternyata masih belum stabil.
Sehingga banyak warga yang mulai khawatir dengan keadaan. Namun, bagi sebagian warga hal itu tak menjadi masalah. Pasalnya, mereka memilih memasak menggunakan kayu bakar. Kenyataan itu harus diambil karena tak ada pilihan lain.
Seperti yang dialami oleh Supiati (60). Warga Dusun Sumber Wadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng ini sengaja memakai tungku kayu. Sejak sulit mendapatkan gas elpiji 3 Kg, dirinya memilih menggunakan kayu untuk bahan bakar memasak.
Layaknya masa 90 an akhir, warga kembali menggunakan kayu di dapur mereka. Selain terpaksa, hal itu dilakukan lantaran memakai kayu bakar dirasa lebih ekonomis.
Bandingkan, jika mereka harus membeli gas elpiji 3 Kg. Selain barangnya sulit didapat, jika pun ada harganya juga terlalu mahal. “Nyari gas sulit, harganya juga mahal. Kesana-sini pada habis, mau ke tempat bantuan (pasar murah) ya jaraknya jauh,” jelasnya.
Jika pakai kayu, kata Supiati, dirinya tak perlu sulit mencarinya. Karena, di sekitar rumah masih banyak yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar. “Ya nyari di kebun sekitar rumah ada, nggak perlu beli,” terangnya.
Sama halnya dengan Sukar warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Dirinya memang sengaja kembali menghidupkan dapur kayunya.
Kondisi itu karena memang karena keadaan saat ini tidak memungkinkan untuk menggunakan gas elpiji 3 Kg. Sulitnya mendapatkan gas, tungku kayu menjadi pilihan utama saat ini. “Mungkin kalau di bawah (kota) gas masih ada. Tapi di sini susah. Karena terpaksa ya pakai luweng (tungku) lagi,” jelas Sukar.
Saat ini, Pemda Banyuwangi tengah gencar melakukan operasi pasar menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Beberapa hari digelar, namun hasilnya belum begitu terasa.
Akan tetapi, Banyuwangi bersama Pertamina juga telah sepakat menambah stok gas elpiji 3 Kg ini. Saat ini jumlah pasokan gas ke masyarakat sebanyak 153-155 metricton per hari atau sejumlah 52 ribu tabung. Keputusan baru itu menghasilkan penambahan sekitar 32 persen dari jumlah tersebut. Tambahan tersebut rencananya bakal didistribusikan ke 1.700 pangkalan resmi gas melon dari Pertamina di Banyuwangi. (rin/kun)
BACA JUGA:
Keren, Banyuwangi Raih Penghargaan Sekda Terbaik dalam Digital Leadership Government Awards 2023






