Blitar (beritajatim.com) – Jabatan Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar hingga kini masih kosong. Pemerintah Kabupaten Blitar sendiri sebetulnya telah membuka seleksi terbuka untuk mengisi posisi jabatan kepala Satpol PP bersama 6 posisi kadis yang lain.
Namun sayangnya jabatan kepala Satpol PP nampaknya dipandang kurang menarik. Hal itu terlihat dari minimnya pejabat yang melamar untuk posisi tersebut.
“Terus itu ada dua pelamar dari Satpol PP, itu jumlahnya 2,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar Budi Hartawan.
Karena hanya ada 2 pelamar, BKPSDM Kabupaten Blitar terpaksa menunda pelaksanaan seleksi untuk pengisian jabatan kepala Satpol PP. Penundakan ini dilakukan atas pertimbangan percepatan pengisian jabatan kepala dinas lain yang hingga saat ini masih kosong.
Penundaan proses seleksi jabatan kepala Satpol PP inipun juga sudah disetujui oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar. “Karena jumlahnya hanya dua sehingga khusus untuk formasi Satpol PP Itu ditunda sehingga yang diteruskan itu ada 27 pelamar,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Pemkab Blitar Umumkan Hasil Seleksi Calon Kepala Dinas
BKPSDM Kabupaten Blitar pun tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab jabatan kepala Satpol PP minim peminat. Pasalnya sebelum masa pendaftaran BKPSDM Kabupaten Blitar juga telah menyebarkan informasi mengenai lowongan jabatan kepala Satpol PP.
Namun saat proses pendaftaran mayoritas pejabat memilih untuk mendaftar di posisi kepala dinas lain. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Satpol PP Kabupaten Blitar pun akan dipimpin oleh pelaksana tugas.
“Kalau khusus untuk Satpol PP itu memang keputusan pimpinan untuk ditunda itu karena pertimbangannya percepatan pengisian jabatan yang lowong,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Pelajar SMP Blitar Janji Dinikahi, Setelah 2 Kali Ditiduri, Ditinggal Pergi
BKPSDM Kabupaten Blitar pun berharap proses seleksi kepala Satpol PP bisa segera dilakukan. Sehingga kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan penting bisa dilakukan secara maksimal.
“Harapan kami sesegera mungkin untuk dilakukan seleksi lagi karena di bulan September ada pejabat eselon II kita yang kosong atau pensiun harapan kami itu bisa diikutkan bersamaan itu,” tutupnya. [owi/but]






