Surabaya (beritajatim.com) – Siapa yang tidak mengingat film drama romantis Taiwan berjudul “You Are The Apple Of My Eye”? Film yang diadaptasi dari novel karya Giddens dan dirilis pada tahun 2011 ini memang berhasil menyulut emosi penontonnya dan meninggalkan kesan mendalam.
Kini, film ini mendapat perhatian kembali karena mendapatkan remake dari berbagai negara, termasuk Thailand. Melalui rumah produksi GMMTV yang terkenal dengan series-seriesnya yang sukses, film ini di-remake dengan judul “My Precious”.
“My Precious” juga mengajak kita untuk kembali ke tahun 1999 dan mengikuti kisah cinta dua remaja SMA berusia 16 tahun. Tong (Nanon Korapat) adalah siswa SMA yang sebenarnya cerdas, namun malas belajar karena kurangnya motivasi. Ia bergabung dengan teman-temannya yang dikenal sebagai siswa nakal dan kerap membuat masalah, yaitu Dong (Ohm Pawat Chittsawangdee), Mai (Neo Trai Nimtawat), dan Pao (Euro Thanaset Suriyapornchaikul).
Baca Juga: Latgab TNI 2023 di Bondowoso: Ini yang Dilakukan Pangkogasratgab
Kehidupan Tong berubah ketika ia dipindahkan ke depan bangku Lin (Rachanun Mahawan) agar ia bisa lebih fokus belajar. Lin adalah siswi paling pintar di kelasnya dan selalu mendapat nilai baik serta juara kelas.
Selain pintar, Lin juga memiliki penampilan yang menawan dan banyak pria yang menyukainya. Bahkan, teman Tong pun tertarik pada Lin karena kecantikannya dan kepandaiannya.
Tong sendiri memiliki perasaan khusus terhadap Lin, namun ia tidak berani mengakui. Namun, setelah Tong ditempatkan di dekat Lin, hubungan mereka semakin dekat dan mereka menjadi akrab. Lin membantu Tong belajar dan memberikan soal-soal serta catatan untuk mendukungnya. Keduanya semakin dekat hingga akhirnya lulus dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Baca Juga: Dipuji Wali Kota Surabaya, Dirut SIER Siap Sinergi Wujudkan Industri Hijau
Hubungan mereka berlanjut menjadi pacaran, namun tantangan tidak terhindarkan ketika keduanya harus berpisah karena masuk ke perguruan tinggi yang berbeda. Perbedaan tingkat kedewasaan dan jarak menjadi cobaan bagi hubungan mereka. Apakah Tong dan Lin dapat mengatasi perbedaan ini dan menjaga hubungan mereka tetap kuat? Ataukah mereka akan berpisah dan memilih jalan masing-masing?
“My Precious” adalah sebuah film coming-of-age yang mengangkat tema percintaan. Film ini menunjukkan bahwa film-film dengan tema ini adalah pilihan yang tepat untuk mengenal lebih dalam produksi film dari negara non-berbahasa Inggris.
Film ini dengan jujur menampilkan semua aspek positif dan negatif dalam masa remaja, termasuk persahabatan, pemberontakan, dan perasaan cinta. Duo sutradara Naphat Jitweerapat dan Kanittha Kwanyu dengan penuh percaya diri menghadirkan film yang menyentuh, menghibur, dan memberikan warna kisah indah masa muda.
Baca Juga: Curi Mie Instan karena Lapar, Galuh Diajak Menemui Wali Kota Surabaya
Dalam “My Precious”, cerita cinta yang memikat, persahabatan yang menyentuh, serta humor yang tepat sasaran membawa kita kembali ke masa indah masa SMA. Film ini menampilkan kesan jujur dan bebas yang berpadu dengan karakter hidup, alur cerita yang menarik, dan permainan emosi yang kuat. Duo sutradara ini berhasil membawa kita menyelami kisah yang efektif dan tajam tanpa kesan murahan.
Secara keseluruhan, “My Precious” adalah film yang memuaskan. Meski sederhana dan tidak berlebihan, film ini berhasil menghadirkan pesona yang menghanyutkan. Kisah cintanya mengharukan, persahabatannya menyentuh, dan humor yang disajikan tepat. Film ini mengajarkan kita untuk menghargai setiap momen berharga dalam hidup, termasuk masa-masa indah saat SMA. [ian/ian]






