Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya ditahan imbang 2-2 oleh Rans Nusantara di BRI Liga 1 minggu ke empat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (23/7/2023). Aji Santoso, Pelatih Persebaya Surabaya, mengaku koordinasi pemain belakang masih menjadi masalah di setiap pertandingan, termasuk di pertandingan melawan Rans Nusantara.
Pelatih asal Malang ini tidak berkilah bahwa dua gol yang diciptakan oleh pemain Rans Nusantara terlalu mudah.
“Koordinasi pemain belakang masih menjadi masalah utama, terutama pada lini belakang kiri tim. Hasilnya dua gol tercipta dengan mudah dilakukan Rans Nusantara,” ungkap Aji.
Pada pertandingan melawan Rans Nusantara, Salman Fariz dan Ripal Wahyudi diganti di babak kedua. Mereka digantikan oleh Nuri Fasya dan M Hidayat.
Menyikapi hasil seri di pertandingan kandang, Aji Santoso menganggap sebagai kerugian. Bahkan, Aji menganggap ini sebuah kekalahan. Itu sebabnya Aji memahami ketika suporter Persebaya, yaitu Bonek, merasa kecewa.
“Saya bisa memahami hati suporter, saya minta maaf kami belum bisa menang tapi kami akan berusaha mendapatkan poin di laga selanjutnya dan saya akui laga seri ini seperti kalah,”imbuh Aji.
BACA JUGA:
Bonek Serahkan Donasi ke Manajemen Persebaya untuk Bayar Sanksi
Sama seperti Aji, Kadek Raditya pemain Persebaya asal Bali meminta maaf kepada Bonek. “Terima kasih dan saya minta maaf dengan hasil yang sangat mengecewakan bagi kami dan mereka. Namun kami berharap ke depan berusaha lebih baik,” ujarnya. [way/but]






