Bangkalan (beritajatim.com) – Sebanyak 72 desa yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Bangkalan, diperkirakan akan mengalami kekeringan di musim kemarau. Untuk mengantisipasi kejadian itu pemerintah melakukan droping air bersih secara bergantian.
Plt Bupati Bangkalan, Mohni mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan untuk daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Alhasil terdapat 50 desa di 7 Kecamatan yang mengalami kekeringan. Selain itu di 12 kecamatan terdapat 72 desa yang rawan kekeringan dengan kategori kering kritis.
“Sudah dilakukan pemetaan, totalnya ada 72 desa,” terangnya, Jumat (21/7/2023).
Ia juga mengatakan untuk mengantisipasi kekurangan air di masyarakat terdampak, pihaknya telah menyiapkan 6 armada tangki air untuk pengangkut air secara bergantian ke setiap desa terdampak.
Baca Juga: Golkar Surabaya Luncurkan Podcast GS TV, Kenalkan Rekam Jejak Para Caleg
“Distribusi air dilakukan secara bergantian, yang pasti semua desa akan mendapatkan bantuan air,” imbuhnya.
Ia berharap, masyarakat bisa lebih proaktif untuk memberikan informasi atau melaporkan adanya kekeringan ke dinas terkait. Sehingga distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak kekeringan.
“Peran aktif masyarakat untuk ikut menginformasikan sangat dibutuhkan,” tandasnya.[sar/ian]






