Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh meminta siswa yang tak masuk sekolah negeri langsung ke swasta. Hal ini untuk pemerataan siswa sekolah khususnya swasta agar tidak terjadi kekurangan murid.
“Ini kan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah selesai. Kami imbau orang tua kalau anaknya belum dapat sekolah jangan menunggu. Langsung ke (sekolah) swasta kan sudah menunggu,” kata Yusuf, Selasa (18/7/2023).
Yusuf menengaskan pihaknya sudah menyampaikan Pagu Sekolah PPDB atau jumlah maksimum siswa yang diterima dengan standar yang sudah di tentukan.
“Maksimal 11 rombel SD, SMP. Yang SD per rombel (rombongan belajar) 28. Sedangkan SMP 32 rombel. Kalau pagu nambah kan, tambah kelas, jadi kita pertahankan disitu,” katanya.
Sementara Koordinator Musyrawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo mengatakan Dispendik akan melakukan evaluasi terkait PPBD 2023 sekaligus komitmen Wali Kota untuk memperlakukan pemerataan sekolah negeri dan swasta.
“Kami nunggu komitmen Wali Kota kalau PPDB negeri ditutup ya jangan ada lagi pendaftaran lewat jalur diluar ketentuan. Sepertu Jalur khusus titipan itu kan ndak ada di ketentuan,”jelasnya.
“Ini ndak bisa lama-lama harus segera audiensi paling tidak satu minggu atau setelah MPLS selesai kita masih liat evaluasi 1-2 hari kedepan,” pungkasnya. [asg/kun]
BACA JUGA:






