Surabaya (beritajatim.com) – Malam 1 Suro telah tiba, momen yang menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa sekaligus bertepatan dengan pergantian tahun dalam kalender Hijriah.
Bagi masyarakat Jawa, malam ini memiliki makna yang sangat istimewa. Namun, di balik keistimewaannya, terdapat beberapa pantangan yang perlu dihindari untuk menjaga kesakralan malam tersebut.
Malam 1 Suro merupakan momen sakral yang dipercaya memiliki energi mistis oleh masyarakat Jawa. Pada tahun 2023, malam ini diperkirakan jatuh pada Selasa (18/7/2023) petang hingga Rabu (19/7/2023) dini hari. Perhitungan ini didasarkan pada bulan Zulhijah 1444 Hijriah.
Baca Juga: Angkat Kearifan Lokal, Kompakdesi Kabupaten Pasuruan Bentuk Koperasi
Berikut adalah beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari dalam merayakan Malam 1 Suro:
1. Tidak Keluar Rumah
Masyarakat Jawa meyakini bahwa pada tengah malam 1 Suro, makhluk halus atau goib akan berkelana di sekitar kita.
Oleh karena itu, disarankan untuk tidak keluar rumah pada tengah malam tersebut, kecuali dalam situasi yang memang membutuhkannya.
2. Tapa Bisu atau Tidak Boleh Bicara
Di Yogyakarta, terdapat tradisi tapa bisu yang dilakukan pada Malam 1 Suro. Masyarakat berjalan mengelilingi benteng keraton Yogyakarta sambil menjaga keheningan dan berdoa dengan penuh ketenangan.
Baca Juga: Jelang Pesta Demokrasi 2024, Peralatan Dalmas Polres Gresik Dicek
Ritual ini menjadi warisan turun-temurun dari para leluhur dan dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang keramat.
3. Tidak Menggelar Pernikahan
Di Solo dan Yogyakarta, ada larangan untuk menggelar pernikahan pada Malam 1 Suro. Dipercaya bahwa pernikahan yang dilangsungkan pada bulan Suro membawa malapetaka.
Pantangan ini dijunjung tinggi oleh masyarakat, dan mereka meyakini bahwa melanggarnya dapat membawa kesialan bagi pasangan pengantin dan semua orang yang terlibat dalam acara tersebut.
4. Tidak Pindah Rumah
Pindah rumah juga menjadi salah satu pantangan yang dihindari pada Malam 1 Suro. Memindahkan tempat tinggal di malam yang sakral ini dianggap membawa dampak buruk dan kesialan. Hal yang sama berlaku untuk membangun rumah pada Malam 1 Suro. Masyarakat Jawa menyebutnya sebagai pamali.
Baca Juga: Titik Paling Ramai saat Ritual 1 Suro di Alas Purwo
Memahami tradisi dan pantangan-pantangan ini adalah upaya untuk menjaga kesakralan Malam 1 Suro dan menghormati warisan leluhur yang kaya akan budaya Jawa.
Dengan mematuhi pantangan-pantangan tersebut, kita dapat merayakan Malam 1 Suro dengan penuh kehormatan dan ketenangan. Selamat merayakan Malam 1 Suro! (mnd/ian)






