Banyuwangi (beritajatim.com) – Satu lagi inovasi Banyuwangi yang masuk ajaran 99 Inovasi Terbaik se-Indonesia. Inovasi itu bernama Lebur Seketi (Layanan Inklusif Peserta Didik Berkebutuhan Khusus dengan Pendekatan Hati).
Ya, inovasi tersebut merupakan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK). Pada layanan ini, mengetumakan seluruh anak berkebutuhan khusus (ABK) mudah mendapatkan pendidikan.
Pasalnya, Banyuwangi membuka lebar tanpa sekat bagi semua anak didik untuk mendapatkan perhatian pendidikan. Bahkan, semua sekolah di Banyuwangi berkembang menjadi sekolah inklusi yang mendidik ABK.
“Setiap ABK mudah mendaftar di semua sekolah. Tidak lagi harus di sekolah luar biasa. Dengan cara ini, kami berupaya mewujudkan pendidikan yang ramah anak, tidak diskriminatif dan penuh toleransi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Baca Juga: Petinju Banyuwangi Borong Prestasi di Ngawi, Target Rebut Porprov dan Popnas
Lebih dari itu, kata Ipuk, program inovasi Lebur Seketi ini sekolah melakukan jemput bola mendatangi rumah calon PDBK untuk melakukan registrasi. Nantinya pihak sekolah akan melakukan assesmen oleh tenaga psikolog.
“Sekolah juga membuat modifikasi kurikulum agar para PDBK bisa mengikuti pelajaran seperti siswa lainnya,” terangnya.
Layaknya anak didik lainnya, siswa PDBK juga akan mendapatkan pendidikan lifeskill sesuai minat bakatnya. Bahkan setelah lulus, pihak sekolah akan mendampingi dan mengantarkan mereka untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkan.
“Inovasi Lebur Seketi telah direplikasi sekolah-sekolah lain di Banyuwangi. Juga telah diadopsi sejumlah sekolah di luar Banyuwangi,” kata Ipuk.
Lebur Saketi menjadi salah satu andalan bagi orang tua dan peserta didik untuk mendapatkan pendidikan di Banyuwangi. Mereka dapat sekolah di sekolah reguler dengan kurikulum yang disesuaikan. (rin/ted)






