Hal penting pertama yang harus dilakukan Ayuningtyas Saptarini setelah memastikan diri menjadi anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, adalah mengecat rambut. Selamat tinggal rambut blonde. Selamat datang warna rambut coklat gelap.
“Hal pertama yang saya lakukan sebelum dilantik adalah menggelapkan warna rambut saya. Sebagai entreprenur saya selama ini tidak punya aturan soal warna rambut. Tapi di Bawaslu, walau tak ada aturan tak tertulis, tapi karena ini lembaga negara, saya mau tidak mau harus menyesuaikan,” kata Ayuningtyas.
Ayuningtyas dilantik menjadi komisioner Bawaslu Jember pada Jumat (14/7/2023) untuk menggantikan Ali Rahmad Yanuardi, komisioner yang mengundurkan diri karena mengikuti kontestasi pemilu legislatif. Masa tugasnya singkat, hanya sampai 18 Agustus 2023.
Ayuningtyas mengaku sangat berat mengecat rambut. “Saya sudah 14 tahun berpenampilan seperti itu, dan sekarang harus menggelapkan rambut saya,” katanya.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember ini tak mau terlihat tampil paling menyolok di antara lima komisioner. “Meski cuma sebulan, saya akan jadi sorotan,” katanya.
Selain masalah rambut, Ayuningtyas harus menyesuaikan diri dengan jam kerja Bawaslu Jember. Selama ini sebagai direktur perusahaan event organizer, ia terbiasa dengan jam kerja tidak menentu. “Selama ini saya bisa meeting pada saat siang, pagi, atau malam. Sekarang saya harus menyesyaikan diri dengan jam kerja Bawaslu Jember,” katanya.
Bagaimana dengan perusahaanya? “Perusahaan saya tetap akan berjalan, karena saya punya tetap tim untuk mengelolanya. Saya mungkin hanya tinggal tanda tangan dan verifikasi data maupun keuangan,” kata ibu dari Malaika Hidayat Jati, bocah berusia empat tahun, ini.
Beberapa teman sebenarnya tidak setuju Ayuningtyas menjadi komisioner Bawaslu. “Tidak usahlah, wong kamu cuma menjabat dua bulan. Ngapain? Mau jadi apa di sana?” katanya, menirukan ucapan beberapa temannya itu.
Namun istri Catur Budi Prasetiya ini memilih jalan terus. “Saya ingat perjuangan untuk masuk 10 besar calon anggoya Bawaslu Jember periode 2018-2023 tidak tidak mudah. Jadi bagi saya kalau tidak finish, sama saja saya tidak berkomitmen,” katanya.
“Saya berkomitmen menyelesaikan apa yang saya telah mulai lima tahun lalu. Ternyata Tuhan memberikan saya kesempatan untuk menjadi komisioner pada akhir masa kerja Bawaslu Jember 2018-2023, ya saya terima,” kata perempuan kelahiran 9 September 1981 ini.
“Orang yang paling mendukung saya adalah Catur, suami saya. Dia setuju, bahwa ini bentuk komitmen saya untuk memenuhi undangan negara. Itu sebenarnya soal mental. Saya tidak akan pernah mundur karena hal-hal seperti ini (hanya betugas dengan masa jabatan singkat, red),” kata Ayuningtyas.
Sebagai pengusaha, Ayuningtyas merasa tak punya ikatan politik dengan pihak manapun. “Jadi saya lebih bebas untuk menentukan karir politik maupun karir lainnya dalam hidup. Saya independen. Tidak ada yang mempengaruhi saya untuk menerima atau tidak menerima sebuah jabatan,” katanya. [wir]






