Jember (beritajatim.com) – Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII sudah siap dilaksanakan pada 9-16 September 2023. Tak ada kendala anggaran dan venue.
“Insyaallah kita sudah on the track. Tuan rumahnya bersama sesuai surat keputusan gubernur pada 1 Juli 2022, yakni Kabupaten Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim M. Ali Kuncoro di Jember, Sabtu (15/7/2023).
“Yang jelas sekarang kami harus segera bikin blue print, karena ada rangkaian kegiatan sebelum porprov, yakni launching logo maskot dan ada beberapa event. Termasuk salah satunya kegiatan-kegiatan yang menandakan porprov akan dimulai,” kata Kuncoro.
Kirab api porprov juga harus dipersiapkan dengan matang. “Insyallah minggu depan kami akan rapat intensif dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia),” kata Kuncoro.
Sidoarjo akan menjadi tuan rumah upacara pembukaan dan upacara penutupan di Kabupaten Mojokerto. “Untuk venue sejauh ini untuk tuan rumah sudah tidak ada masalah. Sidoarjo sudah well planned. Mereka sudah menganggarkan, Intinya mereka sudah bersiap. Tinggal kita tekankan bahwa porprov on schedule,” kata Kuncoro.
Porprov Jatim diselenggarakan dua tahun berturut-turut. Tahun lalu Porprov Jatim VII digelar di Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. “Ketika kita ngomong prestasi, otomatis ada pola pembinaan dan kompetisi. Kalau tidak ada pola pembinaan dan kompetisi itu sama saja abrakadabra. Jadi sebuah kecelakaan bagi saya,” kata Kuncoro.
“Prestasi yang baik itu apabila dipersiapkan sejak dini. Berjenjang, seleksi, kompetisi, ada promosi dan degradasi. Di situ nanti ada indikator supaya Jawa Timur tetap menjadi salah satu pionir olahraga,” kata Kuncoro.
Pemprov Jatim menginginkan dalam porprov kali ini bermunculan atlet-atlet potensial baru. “Yang jelas kami ingin punya banyak atlet yang akan bisa berkiprah di level nasional dan internasional. Tagline kami jelas: Dari Jawa Timur untuk Nasional Menuju Prestasi Dunia,” kata Kuncoro.
“Jadi kami berharap dihasilkan atlet-atlet baru, rekor-rekor baru, sehingga kita punya stok atlet yang banyak dan kita mampu bersaing dengan provinsi atau negara manapun di bidang olahraga,” kata Kuncoro.
Bagaimana dengan masih belum meratanya persebaran atlet berprestasi di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur? “Saya sedang menyusun desain besar olahraga daerah supaya semua cabang olahraga terpantau sejak dini. Karena pola pembinaan di level pelajar ada di Dispora. Nanti akan kami potret sehingga semua cabor nanti polanya sama, mengukurnya sama,” kata Kuncoro.
“Kami akan bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya. Ada sport science yang kami libatkan. Semua terukur, tidak hanya dari segi yang tampak, tapi juga yang tampak, (sehingga kekuatan olahraga merata),” kata Kuncoro. [wir]






